Madrasah Jamaiyah Mahmudiah Sekolah Tempat Amir Hamzah dan Adam Malik Belajar
Tanjung Pura, Langkat – Di tengah hiruk-pikuk modernisasi, berdiri kokoh sebuah bangunan berarsitektur kolonial yang menjadi saksi bisu perjalanan pendidikan Islam di Indonesia: Madrasah Jamaiyah Mahmudiah. Terletak di Jalan Syech M Yusuf Nomor 24, Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Utara, madrasah ini telah melintasi lebih dari satu abad sejarah sejak didirikan pada tahun 1912 oleh Sultan Abdul Aziz dari Kesultanan Langkat
Madrasah ini bukan sekadar lembaga pendidikan biasa; ia telah melahirkan tokoh-tokoh besar bangsa, termasuk pujangga nasional Amir Hamzah dan Wakil Presiden ke-3 Republik Indonesia, Adam Malik. Pada masa kejayaannya, sekitar tahun 1930, jumlah siswa mencapai 2.000 orang, menjadikannya salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka di Sumatera.
Keunggulan Madrasah Jamaiyah Mahmudiah terletak pada sistem pendidikannya yang modern untuk zamannya. Sebagian besar pengajarnya adalah alumni Al-Azhar Kairo, Mesir, yang didatangkan langsung oleh Sultan Langkat. Fasilitasnya pun lengkap, mulai dari perpustakaan, kolam renang, lapangan sepak bola, hingga asrama yang diwajibkan bagi para siswa. Sistem pendidikan yang diterapkan mirip dengan sekolah-sekolah bergengsi di Eropa, di mana siswa-siswa dari keluarga berada mendapatkan kamar-kamar tersendiri dan hidup dalam suasana disiplin yang ketat.
Kini, meskipun telah berusia lebih dari 115 tahun, Madrasah Jamaiyah Mahmudiah masih berfungsi sebagai madrasah tingkat SMP dan tetap mempertahankan bentuk aslinya. Bangunan ini tidak pernah mengalami renovasi besar-besaran, menjaga keaslian arsitektur kolonialnya sejak zaman Sultan Abdul Aziz.
Madrasah Jamaiyah Mahmudiah bukan hanya simbol kejayaan pendidikan Islam di masa lalu, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai keilmuan dan kebangsaan.
Baca juga : Beraksi Enam Bulan, 31 Anak Jadi Korban Predator Seks di Jepara
Di sebuah bangunan tua berarsitektur kolonial di Tanjung Pura, Langkat, berdiri kokoh sebuah lembaga pendidikan yang telah melintasi zaman bernama Madrasah Jamaiyah Mahmudiah.
Sekolah ini bukan sekadar tempat belajar, tetapi saksi sejarah lahirnya para tokoh besar bangsa, termasuk pahlawan nasional Amir Hamzah dan Wakil Presiden ke-3 RI, Adam Malik.
Dahulu dikenal dengan nama Langkatsche School di masa penjajahan Belanda, sekolah ini telah berdiri sejak tahun 1912, di masa pemerintahan Sultan Abdul Azis dari Kesultanan Langkat.
Kini, sekolah yang berada di Jalan Syech M Yusuf Nomor 24, Tanjung Pura itu masih berfungsi sebagai madrasah tingkat SMP dan tetap mempertahankan bentuk aslinya meski telah berusia lebih dari 115 tahun.
“Bangunan ini tidak pernah direnovasi besar-besaran. Masih seperti aslinya sejak zaman Sultan Azis,” ujar salah satu guru yang kini mengajar di sana, Mahzura pada Jumat (2/5/2025).
Dulunya, sekolah ini bukan hanya favorit masyarakat lokal, tapi juga pelajar dari berbagai daerah di Sumatera. Reputasinya begitu kuat karena sebagian besar pengajarnya merupakan alumni Al-Azhar Kairo, Mesir.
Hal ini menjadikan sekolah ini sebagai pelopor pendidikan Islam modern di Sumatera dengan metode pembelajaran yang jauh lebih maju dari zamannya.
Menariknya, pada awal abad ke-20, sekolah ini sudah dilengkapi fasilitas yang tergolong modern, seperti perpustakaan, kolam renang, lapangan sepak bola, bahkan asrama untuk murid yang diwajibkan tinggal di sekolah—mirip sekolah bergengsi di Eropa saat itu.
“Dulu Langkat dikenal sebagai kota pendidikan. Sekolah ini bukti nyatanya,” kata Mahzura.
Pada momen Hari Pendidikan Nasional 2025, ia berharap pemerintah bisa menetapkan Madrasah Jamaiyah Mahmudiah sebagai cagar budaya nasional, agar sejarah emas pendidikan di Langkat tetap hidup dan bisa diwariskan kepada generasi mendatang.
“Bukan hanya sekolah, tapi simbol kejayaan pendidikan di Sumatera,” tuturnya.






