Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Lonjakan Kendaraan di Tol Simalungun Jelang Lebaran 2026, Arus Mudik Mulai Padat

Lonjakan Kendaraan di Tol Simalungun Jelang Lebaran 2026, Arus Mudik Mulai Padat

Jelang Lebaran 2026, lalu lintas kendaraan di ruas tol wilayah Kabupaten Simalungun mengalami peningkatan signifikan, terutama di Gerbang Tol (GT) Simpang Panei dan kawasan Sinaksak dalam beberapa hari terakhir.

Dibaca Juga : 4 Prajurit TNI Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Ini Fakta Mengejutkannya

Berdasarkan data lalu lintas selama periode 13 hingga 17 Maret 2026, pergerakan kendaraan di GT Simpang Panei, tercatat sebanyak 3.168 kendaraan masuk dan 5.361 kendaraan keluar. Total kendaraan yang melintasi gerbang tol ini mencapai 8.529 unit.

Tingginya angka kendaraan yang keluar menunjukkan dominasi pergerakan pemudik yang meninggalkan kawasan tersebut menuju berbagai daerah tujuan.

Sementara itu, arus lalu lintas di Sinaksak mencatat volume yang jauh lebih besar. Selama periode yang sama, jumlah kendaraan yang masuk mencapai 15.144 unit, sedangkan kendaraan keluar sebanyak 15.562 unit. Total keseluruhan kendaraan yang melintas di titik ini mencapai 30.706 unit.

Senior Staff Corporate Communication PT Hutama Marga Waskita, Hafiz Eko, menyampaikan jumlah kendaraan yang masuk dan keluar di Sinaksak mengindikasikan kawasan ini menjadi jalur transit penting bagi pemudik yang menuju kampung halaman maupun bergerak ke pusat-pusat aktivitas lainnya.

“Lalu lintas di GT Sinaksak sejak 13 Maret sampai 17 Maret 2026 cukup signifikan, mencapai 30.706 kendaraan yang melintas,” ujar Hafiz saat dikonfirmasi, Rabu (18/3/2026).

Ia juga mengimbau para pengguna jalan tol untuk tetap berhati-hati, mematuhi aturan lalu lintas, serta mengontrol kecepatan demi keselamatan bersama.

Sementara itu, Direktur Utama Hamawas, Dindin Solakhuddin, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan guna memastikan operasional ruas tol tersebut berjalan lancar. Persiapan itu meliputi peningkatan layanan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM), beautifikasi ruas tol, penyediaan fasilitas keselamatan, serta kesiapan personel di lapangan.

“Pengoperasian tanpa tarif Tol Sinaksak-Simpang Panei merupakan bentuk komitmen dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026. Kami memastikan layanan berjalan dengan mengedepankan aspek keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan pengguna jalan melalui kesiapan infrastruktur, personel, serta koordinasi dengan instansi terkait,” ujar Dindin.

Dibaca Juga : Parkir Motor Semrawut, Jalan Sutomo Macet Parah! Warga Pasar Horas Mengeluh

Ruas tol Sinaksak-Simpang Panei juga dinilai strategis karena menjadi salah satu jalur alternatif bagi masyarakat yang hendak menuju kawasan pariwisata Danau Toba. Kehadiran ruas tol ini diharapkan dapat mempercepat waktu tempuh perjalanan sekaligus memperlancar distribusi logistik di wilayah Sumatera Utara. 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan