Longsor Hambat Pembangunan Sekolah Rakyat di Toba, Survei Lokasi Dijadwalkan Ulang
Bupati Kabupaten Toba, Effendi Napitupulu, menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Toba hingga kini belum dapat dilakukan karena survei lapangan lokasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tertunda akibat bencana longsor dan banjir di Tapanuli.
Dibaca Juga : Direktur RSJ Prof Ildrem Pasang Target Ambisius 2026, Fokus Tingkatkan Layanan Kesehatan Jiwa
“Sesungguhnya jika tidak terjadi bencana di November 2025 di Tapanuli survei lapangan sudah dilakukan, sehingga kita mengetahui secara pasti apakah lokasi yang kita ajukan untuk yang kedua kali memenuhi kelayakan pembangunan sekolah rakyat,” ujar Effendi, Jumat (9/1/2026).
Menurut Bupati, Pemerintah Kabupaten Toba sangat serius dalam mendorong pembangunan Sekolah Rakyat. Untuk itu, komunikasi intens dilakukan dengan pihak kementerian, khususnya Dinas Sosial yang ditugaskan sebagai pelaksana proyek.
“Sesuai informasi dari Kementerian PUPR, tidak lama lagi mereka akan turun survei ke lokasi yang kita ajukan di Kecamatan Uluan. Lokasinya lebih strategis dibanding lokasi pertama yang tidak layak. Semoga survei dilakukan Januari ini dan paling lambat Februari 2026,” ujarnya.
Effendi menambahkan bahwa harapannya lokasi yang diajukan dapat memenuhi kelayakan penilaian dari kementerian. “Lokasinya sangat strategis, tidak jauh dari akses jalan, dan berada di sekitar kantor Camat Uluan,” kata Bupati.
Dibaca Juga : JPU Masih Bungkam Usai Vonis 3,5 Tahun Tiga Koruptor Balei Merah Putih Telkom Siantar
Bupati berharap pembangunan Sekolah Rakyat di Toba dapat segera terealisasi karena akan membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan pendidikan yang layak. “Dengan adanya sekolah ini, tidak ada alasan anak-anak tidak bisa memperoleh ilmu pengetahuan karena biaya,” tuturnya.






