Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Libur Lebaran Picu Lonjakan Sampah di Taman Bunga Siantar Capai 12 Ton

Libur Lebaran Picu Lonjakan Sampah di Taman Bunga Siantar Capai 12 Ton

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Kota Pematangsiantar mendapati produksi sampah kian meningkat, seiring dengan bertambahnya pengunjung yang berlibur ke Lapangan Merdeka atau yang dulu disebut Taman Bunga Kota Pematangsiantar.

Dibaca Juga : Tugu Dayok Mirah Pematangsiantar Rusak, Tembaga di Sayap dan Ekor Raib Misterius

Kepala Dinas PKP Pematangsiantar, Christina Risfani Sidauruk mengatakan, pihaknya mencatat tumpukan sampah meningkat dua kali lipat dari hari biasanya. “Kalau hari-hari biasa 1 sampai 2 arm roll Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” katanya saat dikonfirmasi, Senin (7/4/2025).

Sampah didominasi oleh bungkus makanan, botol plastik, dan sisa peralatan piknik yang berserakan di sekitar taman. Petugas kebersihan pun kewalahan membersihkan karena banyak pengunjung yang abai membuang sampah pada tempatnya.

Arm roll merupakan moda transportasi dan peralatan khusus yang dirancang untuk mengangkut dan mengelola bak sampah dilengkapi dengan sistem pengangkat hidrolik. 1 arm rol setara dengan 3.000 sampai 3.600 kilogram.

Foto-foto kondisi Taman Bunga Siantar yang dipenuhi sampah viral di media sosial. Banyak warganet menyayangkan sikap tidak bertanggung jawab sebagian pengunjung. “Sedih lihatnya. Taman bunga yang cantik jadi seperti tempat pembuangan akhir. Kapan masyarakat kita bisa lebih sadar lingkungan?

Fani, sapaan akrabnya, tak menampik pada setiap libur panjang terjadi peningkatan produksi sampah di salah satu objek wisata di Kota Pematangsiantar itu. “Produksi sampah di hari-hari besar libur seperti sekarang ini mencapai 3 sampai 4 arm roll,” ucapnya. “Petugas kebersihan sudah mengangkut sampah dengan 2 shift, pagi dan sore hari,” katanya.

Dibaca Juga : Lebaran 2025 di Siantar Sampah Menumpuk, Kesadaran Lingkungan Masih Minim

Menanggapi hal ini, DLH Siantar berencana menambah jumlah tempat sampah dan menggalakkan kampanye “Bawa Pulang Sampahmu” untuk mengurangi limbah di lokasi wisata. “Kami akan koordinasi dengan pengelola taman untuk meningkatkan pengawasan. Harapannya, pengunjung bisa lebih disiplin,”

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan