Kota Bekasi ‘Lumpuh’ Akibat Terdampak Banjir
Bekasi Hujan deras yang mengguyur Kota Bekasi sejak dini hari mengakibatkan banjir di berbagai titik, melumpuhkan aktivitas warga.
Air dengan ketinggian mencapai 50 hingga 150 cm merendam permukiman, jalan utama, hingga pusat perbelanjaan. Sejumlah kendaraan terjebak di genangan air, sementara warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Banjir kali ini dipicu oleh curah hujan tinggi serta meluapnya beberapa sungai, termasuk Sungai Bekasi dan Kali Cikeas.
Beberapa perumahan seperti Perumahan Pondok Gede Permai, Perumahan Jatiasih, dan kawasan Bekasi Utara menjadi wilayah terdampak paling parah. Warga mengeluhkan lambatnya penanganan, sementara tim evakuasi terus berusaha mengevakuasi mereka ke posko pengungsian yang telah disiapkan.
Baca juga : Buntut Aksi Mogok Massal Petugas Kebersihan, Sampah Berserak di Binjai
Selain itu, transportasi umum terganggu akibat ruas jalan utama yang terendam, termasuk Jalan Ahmad Yani dan Jalan Raya Kalimalang. PLN juga memadamkan listrik di beberapa wilayah guna menghindari risiko korsleting. Pemerintah Kota Bekasi mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan petugas untuk keselamatan bersama.
Hingga kini, banjir masih belum surut, dan tim gabungan terus berupaya menanggulangi dampak serta menyalurkan bantuan bagi korban terdampak.
Kota Bekasi dikabarkan ‘lumpuh’ akibat terdampak banjir yang airnya sampai meluap ke jalan utama dan kantor-kantor pemerintahan, Selasa (4/3/2025).
“Hari ini Kota Bekasi lumpuh, sampai di jalan utama, termasuk kantor pemerintahan, itu sudah mulai masuk air, keluar, karena kemudian juga limpasannya sungguh luar biasa,” tutur Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.
Pernyataan itu disampaikan Tri dalam rapat koordinasi bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.
Dalam rapat koordinasi yang digelar secara daring, Tri mengungkapkan, banjir yang melanda Kota Bekasi terjadi, sejak Senin (3/3/2025) malam, akibat hujan deras.
Dikutip dari data BPBD Kota Bekasi, terdapat 20 titik banjir yang tersebar di 7 (tujuh) kecamatan, dengan ketinggian air yang bervariasi, bahkan ada yang mencapai 300 cm dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan.
Sebagian besar warga yang terdampak banjir terpaksa mengungsi ke lokasi-lokasi aman yang disediakan di daerah sekitar. Adapun ketujuh kecamatan itu antara lain, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Medan Satria, Jatiasih, Pondok Gede, dan Rawalumbu.






