Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Komunitas Pedagang Pasar Horas Datangi Wali Kota Siantar, Minta CS Diperketat

Komunitas Pedagang Pasar Horas Datangi Wali Kota Siantar, Minta CS Diperketat

Komunitas Pedagang Pasar Horas (KP2H) menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Merdeka, Kota Pematangsiantar, Kamis (6/3/2025). Sejumlah tuntutan disampaikan massa dalam aksi itu. Salah satunya meminta Wali Kota Wesly Silalahi mendukung pembangunan pasar tradisional. “Ditunggu kebijakan melalui CS kerasnya. Pak Wesly mana gayamu?” ujar koordinator aksi, Agus Butar-butar.

Dibaca Juga : Proses Evaluasi Efisiensi Anggaran OPD Kabupaten Toba Masih Berjalan, Hasil Belum Diumumkan

Agus mengaku pihaknya juga tidak menginginkan kondisi kemacetan arus lalu lintas di seputaran Gedung Empat Pasar Horas. Namun, ia menilai kebijakan pemerintah sampai saat ini tidak berpihak kepada para pedagang. “Wali Kota Wesly Wali Kota Wesly mana gayamu. Wali Kota Wesly Wali Kota Wesly dukung pedagang,” ucap Agus mengajak para pedagang dengan bernyanyi. Untuk diketahui, CS Keras merupakan singkatan visi-misi pasangan Wesly-Herlina dalam Pilkada 2024. CS Keras artinya Cerdas, Sehat, Kreatif dan Selaras.

Berikut tuntutan KP2H pada Pemko Pematangsiantar:

1. Terapkan Permendagri Nomor 20 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan dan Pemberdayaan Pasar Tradisional

2. Terapkan Pepres Nomor 12 Tahun 2007 Tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern

3. Tentukan sikap realisasi pembangunan gedung empat pasca kebakaran dan jangan diruislag atau jangan dijual kepada pihak swasta

4. Cabut izin para pasar modern yang diduga melanggar amdal yang berpotensi membunuh nilai jual pasar tradisional

5. Usut tuntas pelaku pembakaran pasar horas gedung empat yang sebelumnya ditangani oleh pihak Polda Sumut

6. Pasar tradisional bukan ajang komoditi para kandidat Pilkada 2024.

Dibaca Juga : Proses Evaluasi Efisiensi Anggaran OPD Kabupaten Toba Masih Berjalan, Hasil Belum Diumumkan

Pasar Horas, yang merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di Sumatera Utara, memang kerap menjadi sorotan terkait kebersihan dan keamanannya. Dengan adanya desakan dari komunitas pedagang ini, diharapkan langkah-langkah perbaikan dapat segera diwujudkan untuk meningkatkan kenyamanan berdagang dan berbelanja di pasar tersebut. Ke depan, para pedagang berharap tidak hanya ada tindakan tegas, tetapi juga sosialisasi yang lebih masif kepada pengunjung dan pelaku usaha agar semua pihak dapat turut serta menjaga kebersihan dan keamanan Pasar Horas. “Kami menunggu komitmen nyata dari pemerintah kota. Pasar Horas harus menjadi kebanggaan kita semua,” pungkas Marudut. Dengan adanya dialog ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah dan komunitas pedagang dapat menciptakan lingkungan pasar yang lebih baik, sekaligus memajukan perekonomian lokal di Kota Siantar.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan