Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Ketegangan AS–Iran Memicu Lonjakan Harga Minyak Dunia Lebih dari 4 Persen

Ketegangan AS–Iran Memicu Lonjakan Harga Minyak Dunia Lebih dari 4 Persen

Harga minyak dunia melonjak lebih dari 4 persen pada perdagangan, Rabu (18/2/2026), setelah Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance, menyebut Iran belum memenuhi tuntutan utama Washington dalam perundingan nuklir pekan ini. Pernyataan tersebut memicu kembali kekhawatiran pasar terhadap meningkatnya tensi geopolitik kedua negara.

Dibaca Juga : Layanan Adminduk Medan 2025 Naik 28,9 Persen, KIA dan Akta Lahir Melonjak

Mengutip CNBC, Kamis (19/2/2026), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$ 2,86 atau 4,59 persen dan ditutup di level US$ 65,19 per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent sebagai patokan global menguat US$ 2,93 atau 4,35 persen menjadi US$ 70,35 per barel.

Sebelumnya, utusan Amerika Serikat, Steve Witkoff dan Jared Kushner, menggelar pembicaraan nuklir dengan Iran di Jenewa, Selasa (17/2/2026). Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan diskusi berlangsung konstruktif dan menghasilkan kesepahaman awal terkait prinsip-prinsip dasar negosiasi.

Sentimen positif tersebut sempat menekan harga minyak pada penutupan perdagangan Selasa, karena pelaku pasar menilai ada peluang tercapainya kesepakatan nuklir antara kedua negara.

Namun, situasi berbalik setelah Vance menyampaikan bahwa Teheran belum memenuhi sejumlah garis merah yang ditetapkan Presiden AS, Donald Trump. Ia menyebut masih terdapat perbedaan mendasar yang berpotensi menggagalkan perundingan.

Dalam wawancaranya dengan Fox News, Vance mengatakan pembicaraan memang menunjukkan kemajuan di beberapa aspek, tetapi isu krusial belum menemukan titik temu.

Ia juga menegaskan Trump memiliki kewenangan untuk mengambil langkah militer apabila jalur diplomasi tidak mampu menghentikan program nuklir Iran. Menurutnya, Presiden AS telah menunjukkan kesiapan menggunakan kekuatan militer bila diperlukan.

Dibaca Juga : Wabup Rianto Serahkan 500 Paket Sembako untuk Warga Sei Dua Hulu

Sebelumnya, Trump telah mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln ke kawasan Timur Tengah. Selain itu, USS Gerald R Ford juga dilaporkan tengah menuju wilayah tersebut sebagai langkah antisipasi apabila negosiasi menemui jalan buntu. Trump menyatakan pengerahan kekuatan tersebut merupakan bagian dari strategi berjaga-jaga jika kesepakatan tidak tercapai.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan