Kemarau Panjang Terjang Toba, Petani Jagung Terancam Gagal Panen
Kemarau panjang hampir dua bulan, mulai Januari hingga Februari 2026, mengakibatkan kerugian besar bagi petani jagung di Kabupaten Toba, termasuk di Kecamatan Siantar Narumonda dan Kecamatan Sigumpar.
Dibaca Juga : Tarawih Perdana Ramadan 1447 H di Masjid Al Hidayah BSP Berlangsung Khusyuk dan Penuh Antusias
Petani jagung di Kecamatan Siantar Narumonda, Umri Marpaung, mengatakan bahwa lahan jagung seluas 4 rante yang ditanam pada Desember 2025 mengalami gagal berbuah akibat kemarau Januari–Februari 2026.
“Meskipun sepekan terakhir hujan turun setiap hari, tidak dapat membantu tanaman jagung saya. Putik bunga menjadi buah tidak mungkin lagi, bahkan sudah ada yang mati. Padahal modal untuk menanam jagung sudah habis Rp1.200.000 lebih kurang,” ujar Umri, Rabu (18/2/2026).
Petani lainnya di Kecamatan Sigumpar, S. Siagian, juga mengalami nasib yang sama. Lahan jagung miliknya seluas 1 hektare mengalami kegagalan panen akibat kemarau.
“Tanaman jagung saya menjadi kerdil karena tidak mendapat curah hujan yang cukup. Sesuai umurnya seharusnya sudah berbuah, namun saat ini belum berbuah dan tingginya hanya satu meter saja, bahkan ada yang di bawah satu meter,” katanya.
Dibaca Juga : Banjir Susulan Terjang Tapteng, Bobby Nasution Tinjau Badiri dan Janjikan Normalisasi Sungai Lopian
“Untuk bibit saja sekitar 7 kilogram, belum lagi pupuk. Untuk awal tahun 2026 saya pasrah dengan gagal panen. Bahkan melihat tanaman jagung tersebut, saya tidak berani lagi,” tutur S Siagian lebih lanjut.






