Kasus DBD di Simalungun Turun, Tiga Bulan Terakhir Alami Tren Melandai
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Simalungun mencatat lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada tahun 2024. Namun hingga tanggal 15 September 2025, hanya terdapat 65 kasus di seluruh wilayah Simalungun.
Dibaca Juga : Roblox Tegaskan Komitmen Patuhi Aturan Indonesia, Fokus pada Perlindungan Anak
Sementara itu, jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, terdapat 127 kasus dari Juli hingga Agustus 2024. Namun di bulan September 2025 ini kasus mulai mengalami penurunan.
“Tiga bulan terakhir ini kasus DBD Kasus DBD mengalami penurunan. Untuk kematian akibat DBD ini juga tidak ada,” ujar Plh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Simalungun, Hamonangan Nahampun, Senin (15/9/2025).
Dari data yang disampaikan Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun. Pada periode saat ini faktor cuaca juga menjadi penyebab penting dalam peningkatan kasus ini.
Sebagai upaya pencegahan, Dinas Kesehatan melakukan berbagai langkah strategis seperti penyuluhan, edukasi, penyelidikan epidemiologi, pengaktifan Pokjanal DBD di tingkat desa dan kelurahan, serta fogging massal Ultra Low Volume (ULV) di jalan-jalan yang sudah dimulai sejak awal Januari 2025.
Dibaca Juga : Pemerintah Perpanjang Insentif, Pajak Pegawai Hotel, Restoran, dan Kafe Ditanggung Hingga 2026
“Kami ajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, mengenali gejala DBD, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta meningkatkan peran setiap rumah tangga agar kasus DBD dapat ditekan dan angka kematian bisa diminimalkan,” katanya.
Warga pun menyambut positif turunnya angka kasus ini. “Alhamdulillah, sekarang sudah jarang dengar ada yang terkena DBD. Kami juga lebih rajin membersihkan lingkungan rumah,” kata Tini, seorang warga
Dengan tren yang membaik ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat terus berlanjut, sehingga Simalungun benar-benar bisa terbebas dari ancaman wabah DBD di masa mendatang.






