Karier Hiburan Meredup, Kadir Jadi Afiliator untuk Nafkahi Keluarga
Jakarta, Jumat, 27 Juni 2025 – Komedian senior Kadir Srimulat, yang lebih dikenal sebagai “Om Kadir”, kini memilih meniti karier baru sebagai afiliator—seorang pemasar produk digital demi mencukupi kebutuhan keluarga—seiring karier hiburannya yang meredup. Kadir memulai kiprahnya melalui toko online dan media sosial, mempromosikan produk agar memperoleh komisi tertentu atas setiap hasil penjualan .
Masih lekat di ingatan publik, Kadir adalah wajah terkenal dari grup lawak legendaris Srimulat selama dekade 1980–90-an. Namun, seiring moncernya komedian masa kini dan perubahan tren hiburan, tawaran mengisi acara mulai menipis . Sebelum terjun ke dunia afiliasi, Kadir sempat mengalami masa sulit—sakit jantung, menjual aset rumah dan mobil, serta sempat vakum bertahun-tahun.
Sebagai afiliator, Kadir memanfaatkan gaya komunikasinya yang khas—logat Madura, ekspresi jenaka, dan pengalamannya di panggung—untuk menarik perhatian audiens online . Meskipun durasi kariernya di dunia hiburan telah lewat puncaknya, ia tetap optimis menjalani profesi baru yang lebih stabil di era digital.
Baca juga : Trotoar Disulap Jadi Lapak, Kinerja Satpol PP Medan Dipertanyakan
Kisahnya menjadi cermin bahwa adaptasi di usia matang penting untuk bertahan. Dengan gigih, Kadir berusaha mengarungi dunia online agar tetap memberi nafkah dan menghidupi keluarganya.
Tawaran tampil di dunia hiburan makin sepi, demi menafkahi keluarga, pelawak legendaris Kadir kini banting setir menjadi afilator di Media Sosial, mantan anggota Srimulat menjual produk rumahan seperti tumbler dan alat pijat.
“Siap enggak nurunin gengsimu? Dari bintang film, pelawak terkenal, siap enggak gengsimu turun?” ujar Kadir dalam kanal YouTube KasiSolusi, Rabu (25/6/2025). “Kalau saya, sebagai bapak yang bertanggung jawab rumah tangga, saya siap (turunkan gengsi).”
Kadir dikenal luas sebagai pelawak kawakan yang pernah membintangi berbagai film komedi populer di era 80-an dan 90-an. Bersama Doyok, ia menjadi ikon lawak layar lebar yang dicintai banyak generasi.
Namun kehidupannya berubah drastis sejak didiagnosis sakit jantung pada tahun 2001. Setelah menjalani operasi pemasangan ring jantung pada 2007, banyak aset miliknya terpaksa dijual untuk biaya hidup dan pengobatan.
Tak menyerah, Kadir sempat bertahan dengan membuka usaha soto Kudus di Bekasi. Kini, melihat tren digital yang berkembang, ia memilih terjun ke dunia afiliasi online meski harus mulai dari nol.
“Saya cuma tiga produk, betul-betul tiga produk. Dari alat pijat, tumbler yang gede, tumbler yang kecil. Jadi yang ada di rumah, ndak beli saya pertama,” kata Kadir.
Meskipun penghasilannya tak sebesar masa keemasannya di industri hiburan, Kadir tetap bersyukur. “Hiburannya orang laki cuma kerja. Enggak terlalu banyak penghasilan, tapi saya bersyukur,” tuturnya.






