Kacabdis Pendidikan Sumut Tegas: Tawuran Pelajar di Toba Harus Berakhir
Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Wilayah VIII Provinsi Sumatera Utara (Balige), Jon Suhartono Purba, berharap agar tidak terjadi lagi tawuran antar pelajar di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Toba.
Dibaca Juga : Iran Panggil Duta Besar Uni Eropa, Protes Keras IRGC Dicap Organisasi Teroris
“Kami mengimbau para kepala sekolah yang siswanya terlibat peristiwa tawuran pada Jumat (30/1/2026) agar segera melakukan pembinaan, sehingga kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” ujar Jon, Senin (2/2/2026).
Menurut Jon, sangat disayangkan terjadinya tawuran antar dua sekolah, yakni SMA Negeri 1 Uluan dan SMK Swasta Parulian Porsea. Pasalnya, peristiwa tawuran antar pelajar di Kabupaten Toba terbilang jarang dan hampir tidak pernah terjadi.
“Untuk itu, kami akan mencoba mencari duduk persoalan penyebab terjadinya tawuran tersebut. Kami juga akan mengimbau para kepala sekolah agar mengantisipasi kejadian serupa sehingga tidak terulang lagi di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Uluan, Juliber Simanjuntak, mengatakan pihaknya telah memanggil orang tua siswa yang terlibat tawuran di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Porsea. Para siswa diminta membuat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri, orang tua, dan masyarakat.
“Untuk penindakan atau sanksi terhadap para pelaku masih kami pertimbangkan. Saat ini kami lebih mengedepankan pembinaan, sebab bagaimanapun mereka masih anak-anak dengan pemikiran yang labil dan lebih pantas dibina,” ujar Juliber.
Juliber menambahkan, saat peristiwa terjadi pada Jumat (30/1/2026), para pelaku dari kedua belah pihak telah dimediasi di Polsek Porsea. Mediasi tersebut dihadiri oleh dirinya selaku Kepala SMA Negeri 1 Uluan dan Kepala SMK Swasta Parulian Porsea, Gibson Pakpahan.
“Kedua belah pihak telah sepakat untuk berdamai dan tidak lagi menyelesaikan masalah dengan berkelahi. Mereka sepakat mengedepankan perdamaian serta menyelesaikan setiap perselisihan dengan cara yang bijak dan kepala dingin,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Toba, Kompol Bungaran Samosir, menjelaskan bahwa awalnya terjadi perselisihan yang berujung perkelahian antara seorang siswa SMA Negeri 1 Uluan berinisial BS dan seorang siswa SMK Swasta Parulian Porsea sekitar pukul 15.00 WIB di Desa Lumban Nabolon, Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba.
Peristiwa tersebut sempat dibubarkan oleh warga setempat. Namun, kedua belah pihak belum merasa puas dan kembali terlibat perkelahian sekitar pukul 17.00 WIB di SPBU Porsea. Informasi tersebut kemudian diterima Polsek Porsea, yang langsung membawa kedua belah pihak ke kantor polisi untuk dilakukan mediasi.
Dibaca Juga : Prabowo Janjikan Kapal Tangkap 5–30 GT untuk Desa Nelayan, Dorong Ekonomi Pesisir
“Hari itu juga kami memanggil kedua kepala sekolah dan berhasil memediasi para siswa yang terlibat. Kedua belah pihak telah sepakat untuk berdamai,” ujar Bungaran.






