Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Jembatan Bailey Dua Desa di Asahan Dipercepat Pembangunannya oleh TNI AD

Jembatan Bailey Dua Desa di Asahan Dipercepat Pembangunannya oleh TNI AD

Satgas Jembatan TNI AD dari kesatuan Kodim 0208/Asahan akan mengakselerasi program percepatan pembangunan jembatan perintis yang menghubungkan Desa Sei Nadoras dengan Desa Sei Kopas di Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan.

Komandan Kodim 0208/Asahan, Letkol Inf Edy Syahputra, saat meninjau langsung lokasi rencana pembangunan jembatan Bailey, Rabu (21/1/2026), mengatakan pembangunan jembatan yang putus delapan tahun silam tersebut merupakan bentuk dukungan bagi masyarakat.

Ia meyakini, jika jembatan siap dikerjakan, hal itu akan meningkatkan aksesibilitas dan kelancaran mobilitas antar desa. Jembatan Bailey direncanakan menjadi solusi sementara namun strategis untuk memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, serta sosial masyarakat setempat.

Saat ini, Dandim 0208/Asahan meninjau kondisi medan, alur sungai, serta titik-titik yang direncanakan sebagai lokasi pemasangan jembatan. Ia juga berdialog dengan aparat desa dan masyarakat sekitar guna menyerap aspirasi serta memastikan pembangunan jembatan yang rencananya akan dilaksanakan pada awal Februari ini dapat sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Dengan adanya jembatan ini, diharapkan akses masyarakat menjadi lebih mudah, aman, dan mampu mendorong pertumbuhan perekonomian wilayah,” ujarnya.

Baca juga : TNI Turun Tangan Bangun Jembatan Bailey di Langkat, Progres Pengerjaan Sudah 40 Persen

Kodim 0208/Asahan berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah binaan.

Sementara itu, Damiyati, warga sekitar, berharap percepatan pembangunan jembatan ini dapat mempermudah akses masyarakat. Sebab, selama ini warga dari kedua desa yang melintasi jalur tersebut harus memutar jalan sekitar satu jam lebih lama untuk menuju fasilitas pelayanan kesehatan, yakni Puskesmas di ibu kota kecamatan.

“Harapannya bisa lebih cepat dikerjakan, Pak. Selama ini harus memutar jauh kalau tidak ada jembatan ini. Jadi kami bersyukur kalau ada rencana pembangunan jembatan di sini yang melintasi aliran sungai,” ujarnya.

Adapun masyarakat yang biasa melintasi aliran sungai tersebut harus benar-benar menunggu kondisi kemarau dan tidak hujan agar akses sungai bisa diseberangi menggunakan kendaraan seperti sepeda motor dan mobil. Jika musim hujan, ruas tersebut sama sekali tidak dapat diseberangi.

Komentar
Bagikan:

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan