Investasi Puluhan Miliar Buat Objek Wisata Lagundi Berakhir Jadi Tempat Kerbau Berkeliaran
Objek wisata Lagundi di Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, yang dibangun dengan anggaran negara bernilai miliaran rupiah, kini berubah fungsi menjadi lahan penggembalaan kerbau. Minimnya perhatian dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir diduga menjadi penyebab kondisi tersebut.
Dibaca Juga ; Sukses Seleksi Administrasi, 1.382 Peserta PPPK Lanjut ke Tahap Berikutnya di Simalungun
Pemandangan tak lazim ini diunggah oleh akun Facebook Ranto Gultom. Tampak foto-foto ternak berkeliaran di kawasan wisata tersebut. Dalam unggahannya, ia menyindir kondisi Lagundi dengan menulis “wisata kerbau.”Menanggapi hal ini, Ketua LBH Perjuangan Rakyat Merdeka Kabupaten Samosir, Hotman Siagian, menilai pembangunan objek wisata Lagundi kurang terencana.
Objek wisata Lagundi di Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, yang dibangun dengan anggaran negara bernilai miliaran rupiah, kini berubah fungsi menjadi lahan penggembalaan kerbau. Minimnya perhatian dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir diduga menjadi penyebab kondisi tersebut.
Pemandangan tak lazim ini diunggah oleh akun Facebook Ranto Gultom. Tampak foto-foto ternak berkeliaran di kawasan wisata tersebut. Dalam unggahannya, ia menyindir kondisi Lagundi dengan menulis “wisata kerbau.” Menanggapi hal ini, Ketua LBH Perjuangan Rakyat Merdeka Kabupaten Samosir, Hotman Siagian, menilai pembangunan objek wisata Lagundi kurang terencana.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir, Naibaho, belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang dikirimkan melalui WhatsApp. Selain kondisi yang tak terurus, transparansi soal retribusi dari objek wisata Lagundi juga menjadi pertanyaan. Hingga kini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir belum pernah mempublikasikan laporan pemasukan dari kawasan wisata tersebut. Untuk diketahui, pada tahun anggaran 2022, pemerintah mengalokasikan dana belasan miliar rupiah untuk pembangunan objek wisata Lagundi. Sementara pada tahun 2023, anggaran yang digelontorkan mencapai Rp. 23 miliar.
Dibaca Juga : Perum Bulog Pematangsiantar Siapkan Langkah Strategis Jaga Stabilitas Pangan Jelang Ramadhan
Anggaran puluhan miliar yang dihabiskan untuk membangun objek wisata ini pun menuai kritik dari berbagai pihak. Beberapa anggota dewan setempat menilai proyek ini sebagai pemborosan anggaran daerah. “Ini harus jadi pelajaran. Jangan sampai proyek-proyek serupa hanya menghabiskan uang rakyat tanpa hasil yang maksimal,” tegas salah satu anggota dewan. Sementara itu, pemerintah daerah berjanji akan mengevaluasi dan mencari solusi terbaik untuk mengembalikan fungsi objek wisata Lagundi. “Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari strategi baru agar objek wisata ini bisa kembali menarik minat wisatawan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata setempat.






