Inovasi Bulog Pematangsiantar Strategi Jitu Cegah Beras Berkutu
Kepala Cabang Perum Bulog Pematangsiantar, Matius Sitepu mengatakan bahwa perawatan beras di Gudang Bulog menggunakan sistem perawatan terjadwal. Seperti pemeriksaan berkala setiap bulan, dua bulan, dan tiga bulan, untuk menjaga kualitasnya.
Dibaca Juga : Polres Samosir Tilang 10 Pengendara Motor Berknalpot Brong, Ingatkan Bahaya dan Gangguan Lingkungan
Selain pemeriksaan, Bulog juga mengadakan pemeliharaan khusus melalui program fumigasi untuk mengendalikan hama dan kutu yang dapat merusak kualitas beras. “Kita terus mengecek dan melakukan pemeliharaan khusus. Ada jadwalnya, namanya fumigasi,” jelasnya.
Jika ditemukan kerusakan pada beras, maka beras tidak akan dijual. “Tim khusus akan menangani masalah tersebut sesuai prosedur.Tidak hanya mengandalkan teknologi, Bulog Pematangsiantar juga melakukan pemantauan berkala terhadap stok beras. Tim khusus ditugaskan untuk memeriksa kondisi beras secara rutin, mulai dari suhu, kelembapan, hingga tanda-tanda serangan hama. “Kami memiliki protokol ketat untuk memastikan beras yang disimpan tetap dalam kondisi prima sebelum didistribusikan ke masyarakat,” tambah Agus.
Bulog Pematangsiantar tidak hanya fokus pada penyimpanan beras di gudang, tetapi juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara menyimpan beras di rumah agar tidak berkutu. “Kami sering mengadakan sosialisasi tentang pentingnya menyimpan beras dalam wadah kedap udara dan menjaga kebersihan tempat penyimpanan,” jelas
Upaya Bulog Pematangsiantar ini mendapat apresiasi dari masyarakat. “Beras yang kami terima dari Bulog selalu dalam kondisi baik, tidak ada kutu, dan rasanya tetap enak. Ini sangat membantu kami, terutama untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Siti, salah satu warga Pematangsiantar.
Dibaca Juga : Polisi Ungkap Modus Baru Sabu Disimpan dalam Kotak Rokok, Pemuda Bilah Hulu Ditangkap
Dengan inovasi dan komitmen yang kuat, Bulog Pematangsiantar membuktikan diri sebagai lembaga yang peduli terhadap kualitas beras dan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga stok beras nasional tetap aman dan berkualitas.






