Inovasi Brilian! Dua Siswa SMA N 1 Matauli Ubah Limbah Cangkang Kepiting Jadi Sumber Listrik
Dua siswa Matauli SMAN 1 Matauli Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) berhasil melakukan penelitian dan menemukan energi listrik dari limbah kepiting. Kedua siswa itu adalah Shadeq Fikri Nasution dan Fauzan Yudha Azhary Harahap masing-masing kelas 11-12.
Mereka melakukan presentasi karya membuat produk eco project dengan memanfaatkan limbah cangkang Kepiting sebagai sumber energi listrik dan air laut sebagai larutan elektrolit yang dipresentasikan langsung dihadapan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, Sabtu (12/4/2025).
Siswa Matauli SMAN 1 Matauli ini akan mengikuti Proyek Social Movement dari Perlombaan Penelitian Toyota Eco Youth 13 Finalis Tingkat Nasional. Mereka saat ini pada urutan 25 besar mewakili Tapteng dan Sumatera Utara di tingkat Nasional.
Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, mengaku bangga atas karya siswa SMAN 1 Matauli Pandan dan sangat mensupport bisa mengikuti perlombaan hingga ke tingkat Nasional. “Tadi sudah saya lihat sendiri. Terima kasih atas penemuan yang luar biasa oleh Shadeq Fikri Nasution dan Fauzan Yudha Azhary Harahap ini. Saya siap mensupport kegiatan positif ini,” ujar Masinton.
Masinton juga memberikan motivasi kepada keduanya agar teruslah membuat karya dan berinovasi. “Keren anak anak Matauli, tetaplah semangat, semoga sukses meraih masa depan yang cemerlang,” kata Masinton.
Sebelumnya, Guru Pendamping Fiqih menyampaikan, sangat mengharapkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tapteng pada proyek social movement dari perlombaan penelitian Toyota Eco Youth 13 Finalis tingkat Nasional. “Inovasi mereka ini tentang limbah cangkang kepiting yang dibuang ke lingkungan laut yang merupakan perairan kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kedua siswa ini berfikir bagaimana memanfaatkan limbah agar tidak tercemar ke perairan dan mereka telah berinovasi memanfaatkan air laut bisa dijadikan sumber alternatif bahan elektrolit untuk menghasilkan listrik yang bisa menghasilkan listrik untuk menghidupkan lampu dan speaker. “Awalnya siswa ini, targetnya para nelayan bagan pancang yang dapat memanfaatkan karya Produk Eco Project ini. Disisi lain, juga dapat melakukan penyelamatan lingkungan yakni limbah berkurang,” katanya.
Sementara itu, Shadeq Fikri Nasution dan Fauzan Yudha Azhary menuturkan kepada Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, pada awalnya mereka melewati alur proposal mengikuti Proyek Social Movement dari Perlombaan Penelitian Toyota Eco Youth 13. “Jumlah keseluruhan yang mendaftar sebanyak 1.125 proposal dari seluruh Indonesia dan pihak Toyota menyaring dari 1.125 proposal menjadi 100 proposal terbaik dari Indonesia,” tutur Shadeq.
Dibaca Juga : Dinas Kesehatan Toba Dituding Tutupi Data Stunting, Masyarakat Menuntut Transparansi!
Selanjutnya, lanjut Shadep, setelah 100 proposal terbaik, pihak Toyota kembali menyaring lagi untuk menjadi 25 proposal, dimana proposal terbaik itu akan bertanding pada bulan Mei tahun 2025 mendatang. “Alhamdulillah, kami dari SMAN 1 Matauli Pandan lulus menjadi 25 finalis dari seluruh Indonesia. Untuk itu, kami berharap dukungan dari Bupati Tapteng,” kata Fauzan menambahkan.






