Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Ibu Anak Dua di Toba Ditemukan Tewas, Polisi Selidiki Dugaan Bunuh Diri

Ibu Anak Dua di Toba Ditemukan Tewas, Polisi Selidiki Dugaan Bunuh Diri

Seorang ibu anak dua berinisial AF, asal Kabupaten Toba, diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri pada Senin malam (10/11/2025).

Dibaca Juga : Bangga! Lima Taman Nasional Indonesia Resmi Masuk Warisan UNESCO dan ASEAN

Humas Boru Marsada Toba (Botoma), Yana Gultom, mengatakan AF diduga mengakhiri hidupnya akibat tekanan hidup yang tidak kunjung berakhir dalam rumah tangganya.

“Sekitar tiga tahun lalu dia (AF) pernah datang meminta pendampingan kepada Botoma karena mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Kami sempat mendampingi hingga ke Polres Toba bersama Ketua Botoma, Rosanna Napitupulu,” ujar Yana.

Selanjutnya, setelah pihak Botoma meminta AF datang ke kantor Botoma untuk menandatangani surat kuasa, sangat disayangkan ia tidak hadir.

“Dua hari kemudian, AF menelepon saya dan meminta maaf karena tidak jadi datang ke kantor Botoma untuk serah terima surat kuasa atas kasus KDRT yang dialaminya, dengan alasan sedang pindahan kontrakan,” tutur Yana.

“Kami kemudian membuat janji untuk bertemu, tetapi sayang, lagi-lagi ia tidak hadir. Setelah itu kami putus kontak hingga hari ini, dan terdengarlah kabar ia tewas diduga bunuh diri,” ujar Yana.

Terpisah, Kasi Humas Polres Toba, AKP Bungaran Samosir, saat dikonfirmasi via telepon membenarkan kejadian tersebut.

Dibaca Juga : Waspada! Radang Tenggorokan dan Demam pada Anak Bisa Berujung Penyakit Jantung Rematik

“Kita belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Tim Reskrim masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Informasi lanjutan akan kami sampaikan setelah memperoleh hasil dari Reskrim Polres Toba,” ujar Bungaran.Sementara itu, pihak keluarga masih terpukul dan meminta waktu untuk berduka. Hingga saat ini, polisi masih menelusuri faktor yang mungkin mendorong korban mengakhiri hidup, termasuk memeriksa kondisi psikologis maupun persoalan pribadi yang mungkin dialami korban.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat setempat dan diharapkan dapat segera terungkap dengan jelas setelah proses penyelidikan rampung.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan