Hujan Deras Rendam Puluhan Rumah di Stabat Langkat
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menyebabkan puluhan rumah warga terendam banjir. Salah satu sungai yang meluap adalah Sungai Belengking, yang menggenangi rumah-rumah di Desa Pantai Gemi. Air mulai naik dan masuk ke rumah warga pada jam 9 malam tadi dan terus meningkat, dengan ketinggian air mencapai setengah meter.
Warga yang rumahnya terendam banjir bertahan di dalam rumah menunggu air surut. Menurut warga, banjir akibat luapan sungai ini memang kerap terjadi, khususnya apabila hujan lebat terjadi selama beberapa hari. Mereka berharap pemerintah dapat memperbaiki aliran sungai untuk mencegah banjir berulang.
Banjir serupa juga pernah terjadi sebelumnya di wilayah ini. Pada tahun 2012, luapan Sungai Belengking merendam sekitar 200 rumah warga di Desa Pantai Gemi dan Desa Perdamaian. Ketinggian air saat itu mencapai sepaha pria dewasa, terutama di Dusun 5 dan Dusun 3.
Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Langkat terus memantau situasi dan melakukan pendataan terhadap pemukiman warga yang terendam banjir akibat curah hujan yang tinggi. Langkah-langkah penanganan darurat dan bantuan kepada warga terdampak juga sedang dipersiapkan.
Baca juga : Omzet Penjualan Perlengkapan Haji Menurun
Puluhan rumah warga di Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, terendam banjir, Jumat (25/4/2025).
Banjir ini akibat hujan deras semalaman yang terjadi dalam dua malam terakhir.
Ini menyebabkan puluhan rumah warga terendam banjir hingga setinggi lutut orang dewasa.
Menurut warga, hujan terjadi mulai Kamis (24/4/2025) sekitar pukul 21.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB, Jumat (25/4/2025).
“Tadi malam hujan deras semalaman, apa gak langsung banjir,” kata Jhon Panjaitan, warga Kelurahan Kwala Bingai
Banjir juga diperparah saluran drainase yang buruk. “Saluran parit di sini hingga ke Perumnas Kelapa Sawit mampet, gak pernah diperbaiki pemerintah. Akibatnya hujan deras langsung banjir,” ujar Jhon.
Hal yang sama juga dialami Katini, 56 tahun, warga Lingkungan tiga Kelurahan Kwala Bingai. Air masuk ke rumahnya mulai pukul 23.00 WIB.
“Sampai pagi ini masih terus nguras air yang masuk ke rumah. Kalau gak dikuras sudah setengah meter lah rumah saya kebanjiran,” kata Katini.






