Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Harga Sembako di Pasar Pangururan Samosir Fluktuatif, Cabai dan Tomat Melonjak Tajam

Harga Sembako di Pasar Pangururan Samosir Fluktuatif, Cabai dan Tomat Melonjak Tajam

Harga kebutuhan pokok di Pasar Percontohan Pangururan, Kabupaten Samosir, mengalami fluktuasi selama periode pemantauan 4–11 Februari 2026. Beberapa komoditas strategis mengalami kenaikan, sebagian turun, dan mayoritas masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Dibaca Juga : Stasiun KA Lima Puluh Batu Bara Resmi Dibuka, Tingkatkan Akses Transportasi Warga

Kelompok hortikultura mencatat kenaikan paling signifikan. Harga cabai merah keriting melonjak dari Rp30.000/kg pada 4 Februari menjadi Rp40.000/kg pada 11 Februari, naik Rp10.000 dalam seminggu. Tomat juga meningkat dari Rp9.000 menjadi Rp12.000/kg, sedangkan cabai rawit hijau naik dari Rp38.000 menjadi Rp40.000/kg.

Pada komoditas protein hewani, harga daging ayam kampung naik dari Rp85.000 menjadi Rp90.000/kg. Telur ayam ras yang memiliki HET Rp30.000/kg naik dari Rp25.600 menjadi Rp26.666/kg, masih di bawah HET. Telur ayam kampung relatif stabil di Rp55.000/kg.

Sebaliknya, bawang putih mengalami penurunan harga dari Rp38.000/kg menjadi Rp35.000/kg, sementara bawang merah lokal dan impor stabil di Rp35.000/kg.

Untuk komoditas pokok lainnya, harga relatif stabil. Beras premium berada di kisaran Rp15.600/kg, beras medium Rp14.200/kg, masih di bawah HET. Gula pasir naik tipis dari Rp17.500 menjadi Rp18.000/kg, sedangkan garam beryodium tetap Rp16.000/kg.

Di sektor minyak goreng, harga minyak goreng premium bertahan di Rp22.000/liter, dan Minyakita yang memiliki HET Rp15.700/liter stabil di harga tersebut. Minyak goreng curah tidak tersedia selama masa pemantauan.

Komoditas perikanan juga relatif stabil. Harga udang basah ukuran sedang tetap Rp100.000/kg, ikan tongkol dan ikan kembung masing-masing Rp50.000/kg, serta ikan teri peto Rp90.000/kg.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Samosir, Ferdinand Sitanggang, menjelaskan bahwa fluktuasi harga masih tergolong wajar dan dipengaruhi oleh pasokan serta distribusi dari daerah pemasok. Kenaikan cabai dan tomat dipicu oleh berkurangnya suplai akibat faktor cuaca.

“Secara umum, harga kebutuhan pokok di Pasar Pangururan masih terkendali karena sebagian besar komoditas berada di bawah HET. Kami terus melakukan pemantauan rutin setiap pekan untuk mencegah lonjakan harga dan melindungi daya beli masyarakat,” ujarnya.

Ferdinand menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan distributor dan instansi terkait apabila terjadi lonjakan harga yang dapat memberatkan masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga stabilitas pasokan dan distribusi, khususnya menjelang hari besar keagamaan maupun kondisi cuaca ekstrem.

Dibaca Juga : Bupati Masinton Beberkan Penyebab Banjir Tapteng, Soroti Kerusakan Lingkungan

Secara keseluruhan, fluktuasi harga bahan pokok di Pasar Pangururan Februari 2026 masih tergolong terkendali meski ada kenaikan pada beberapa komoditas.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan