Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam, Australia Ambil Langkah Ekstrem: Transportasi Publik Digratiskan
Layanan transportasi publik di dua negara bagian Australia akan digratiskan bagi masyarakat. Kebijakan ini diambil untuk mendorong warga mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di tengah lonjakan harga bahan bakar akibat konflik di Timur Tengah.
Dibaca Juga : Bupati Jonius Hutabarat Salurkan Bantuan Kemensos Rp2,9 Miliar untuk Korban Bencana di Taput
Mengutip CNN dan BBC, Senin (30/3/2026), negara bagian Victoria akan memberlakukan tarif nol rupiah untuk layanan kereta, trem, dan bus sepanjang April. Sementara itu, Tasmania menggratiskan layanan bus dan feri hingga 1 Juli mendatang.
Langkah ini diambil bersamaan dengan upaya pemerintah pusat merespons lonjakan harga minyak. Perdana Menteri Anthony Albanese menggelar pertemuan dengan para pemimpin negara bagian dan wilayah guna membahas kebijakan nasional terkait situasi tersebut.
Dalam pertemuan itu, sejumlah opsi turut dibahas, seperti kemungkinan penjatahan bahan bakar, pemangkasan pajak BBM, hingga imbauan bekerja dari rumah. Namun, pemerintah menegaskan tidak akan memberlakukan kebijakan wajib seperti saat pandemi Covid-19.
Selain itu, parlemen Australia juga akan mempertimbangkan kewenangan baru di bidang keamanan bahan bakar, yang memungkinkan pemerintah menanggung biaya pengiriman BBM di pasar internasional.
“Ini untuk membantu perusahaan di pasar spot menambah pasokan dan melakukan transaksi yang akan sangat sulit mereka lakukan sendiri dalam lingkungan internasional yang sangat fluktuatif ini,” kata Menteri Energi Chris Bowen kepada ABC Radio.
Perdana Menteri Victoria, Jacinta Allan, sebelumnya mengumumkan bahwa layanan kereta, trem, dan bus akan digratiskan mulai Rabu (1/4/2026). Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat di tengah kenaikan harga BBM.
“Ini tidak akan menyelesaikan setiap masalah, tetapi ini adalah langkah segera untuk membantu warga Victoria saat ini,” katanya.
Sementara itu, pemerintah Tasmania juga mengambil langkah serupa dengan menggratiskan layanan bus, kereta, dan feri selama beberapa bulan ke depan.
Dibaca Juga : SK Dibatalkan, Keputusan Sekda Siantar Justru Disorot: Cerminan Lemahnya Tata Kelola?
“Kami tahu kenaikan biaya bahan bakar berdampak pada anggaran keluarga, dan itulah mengapa kami sekali lagi mengambil tindakan tegas dan menentukan untuk melindungi warga Tasmania,” ujar Perdana Menteri Jeremy Rockliff.






