Harga Cabai Merah di Kota Medan Melonjak, Pengamat Minim Persediaan
Kota Medan kembali mengalami lonjakan harga cabai merah yang signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Para pedagang di pasar tradisional melaporkan kenaikan harga yang mencapai Rp80.000 per kilogram, jauh di atas harga normal yang berkisar Rp40.000–Rp50.000 per kilogram.
Kenaikan ini membuat masyarakat, terutama pedagang makanan, mengeluhkan biaya produksi yang semakin tinggi.
Menurut pengamat pertanian, kenaikan harga ini dipicu oleh minimnya persediaan di pasaran. Faktor cuaca ekstrem yang menghambat produksi serta distribusi yang terganggu menjadi penyebab utama berkurangnya pasokan cabai merah.
Baca juga : Dua Pencuri Sepeda Motor Ditembak Polisi di Medan Polonia
Beberapa petani di daerah sentra produksi seperti Deli Serdang dan Tanah Karo juga melaporkan gagal panen akibat curah hujan yang tinggi.
Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah strategis untuk mengendalikan harga, termasuk operasi pasar atau impor cabai dari daerah lain.
Jika tidak ada solusi dalam waktu dekat, lonjakan harga ini dapat berdampak lebih luas terhadap inflasi bahan pangan di Kota Medan. Masyarakat pun berharap agar pasokan segera stabil sehingga harga cabai merah bisa kembali terjangkau.
Pengamat Ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin mengatakan naiknya harga cabai merah yang mencapai Rp70.000 hingga RpRp100.000 per kilo di Kota Medan, dikarenakan minimnya persediaan.
“Karena serentak panen dua hari sebelum Ramadan,” katanya melalui pesan tertulis, Minggu (2/3/2025).
Sementara itu, cabai rawit naik sekitar Rp10.000 dari sehari sebelumnya, yakni di kisaran Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilo.
Hal tersebut, kata Gunawan, karena banyak pedagang besar yang memilih libur sehari sebelum Ramadan tiba.
“Di lapangan, sebenarnya pedagang besar banyak yang memasok cabai dalam jumlah besar,” ucapnya.
Kemudian, Gunawan mengatakan masyarakat tidak perlu panik dengan kenaikan harga minggu ini, karena banyak petani yang akan panen.
“Karena jadwal panen kerap dilakukan 3 hari sekali, dan harga akan diproyeksikan kembali normal pada Selasa,” ujarnya.
Selain cabai, daging ayam akan mengalami penurunan sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilo pada pekan depan.
“Selain dua komoditas tersebut, harga bawang merah berpeluang turun dalam rentang Rp1.000 hingga Rp2.0000 per kilo,” tuturnya.
Menurut Gunawan, puncak kenaikan harga di awal Ramadan terjadi pada Minggu, dan puncak belanja saat Kamis dan Jumat.
“Jadi, kenaikan harga di Minggu tidak begitu signifikan menekan pengeluaran masyarakat,” ucapnya.






