Halal Bihalal ASN Sumut Jadi Momentum Tingkatkan Pelayanan Publik
Halal Bihalal yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat empati sosial dan meningkatkan kualitas pelayanan aparatur sipil negara (ASN) kepada masyarakat.
Kepala Kanwil Kemenag Sumut, Ahmad Qosbi, menegaskan bahwa esensi Halal Bihalal bukan sekadar seremonial, melainkan bagaimana ASN mampu memperbaiki diri dan menjalankan tugas secara optimal untuk melayani masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh ASN untuk menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat, khususnya korban bencana yang hingga kini belum sepenuhnya pulih. Menurutnya, dukungan moril dan materiel sangat dibutuhkan untuk meringankan beban mereka.
“Mari kita doakan dan bantu meringankan beban mereka semampu kita. Mari juga terus berdoa agar negara kita tetap stabil, dan konflik internasional dapat berdamai kembali,” katanya, Senin (30/3/2026).
Selain itu, Qosbi berharap ASN terus meningkatkan kualitas kerja dan menjaga capaian prestasi di Sumut, sekaligus memperkuat kekompakan dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Baca juga : Posko THR 2026 Disnaker Sumut Dibuka, Pekerja Belum Aduan
Ia juga menyampaikan kegembiraannya karena umat beragama akan merayakan hari besar masing-masing dalam waktu berdekatan, mulai dari perayaan Imlek, Ramadan, Idulfitri, Nyepi, hingga Paskah yang akan datang.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha, Syafrizal Bancin, menilai Ramadan telah memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Ia menyebut suasana saling menghargai selama bulan puasa menjadi cerminan kebersamaan yang harus terus dijaga.
Menurutnya, Idulfitri menjadi momentum untuk bersyukur sekaligus bangkit menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi sesama. “Kebersamaan seperti ini harus terus kita pelihara. Syawal menjadi momentum untuk bangkit jadi insan yang bermanfaat bagi banyak orang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Urusan Agama Islam yang juga Ketua Panitia, Sakoanda Siregar. Ia mengajak seluruh ASN untuk terus memperkuat rasa saling mencintai demi kebaikan bangsa dan negara, serta menjaga keharmonisan dalam kebersamaan.
“Kita harus terus berhimpun dalam situasi yang bersahaja, harmonis, dan tetap kompak,” tuturnya.






