Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Haji Bareng Anak, Impian 12 Tahun Keluarga Afri yang Akhirnya Terwujud

Haji Bareng Anak, Impian 12 Tahun Keluarga Afri yang Akhirnya Terwujud

Setelah menanti selama 12 tahun, keluarga Afri akhirnya dapat menunaikan ibadah haji bersama anak-anak mereka. Perjalanan panjang ini dimulai sejak mereka mendaftar pada tahun 2012, dengan harapan dapat beribadah ke Tanah Suci secara bersama-sama.Hidayatullah.com

Keberangkatan ini menjadi momen yang sangat dinanti dan penuh haru bagi keluarga Afri. Mereka telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, termasuk membimbing anak-anak dalam memahami tata cara ibadah haji. Kebersamaan dalam menjalankan rukun Islam kelima ini menjadi simbol kekuatan dan kesatuan keluarga mereka.Haji Kemenag

Kisah keluarga Afri mencerminkan semangat dan keteguhan hati dalam mewujudkan impian spiritual. Dengan doa dan usaha yang tak kenal lelah, mereka akhirnya dapat merasakan nikmatnya beribadah haji bersama orang-orang tercinta.

Baca juga : Seratusan Pemancing Ramekan Lubuk Larangan

MEDAN – Menunaikan ibadah haji sudah jadi impian banyak umat Islam. Tapi bisa berangkat bersama keluarga—itu adalah berkah yang tak bisa diukur dengan kata.

Seperti yang dialami Muhammad Afri Chaniago, jamaah kloter 7 asal Kota Pematangsiantar, yang tahun ini menjalankan ibadah haji bersama istri dan anak semata wayangnya.

“Alhamdulillah, ini kali kedua saya dan istri berhaji, tapi pertama kalinya bersama anak. Rasanya bahagia banget,” ungkap Afri baru-baru ini.

Tahun 2011 silam, Afri dan istri, Indriyanti Damanik, sudah lebih dulu menjejakkan kaki di Tanah Suci. Tapi sejak saat itu, ada satu suara yang terus terngiang: keinginan sang anak untuk ikut haji juga.

“Waktu kami pulang dari haji, anak kami sering bilang, ‘Pengen ikut juga, Ayah.’ Itu yang bikin kami berdoa kuat waktu di sana agar suatu saat bisa balik lagi, tapi kali ini bertiga,” kenangnya.

Doa itu akhirnya terkabul. Meski harus menunggu lebih dari satu dekade. Di tahun 2025 ini, mereka akhirnya bisa berangkat bersama sang putra, Muhammad Fadli Afi Chanda, yang kini berusia 30 tahun.

Tentu saja, ini pengalaman pertama bagi Fadli. Tapi semangatnya luar biasa. 

“Saya ajarkan apa yang saya tahu soal haji, sisanya dia pelajari saat manasik. Dia semangat banget,” kata Afri bangga.

Selain membawa semangat, mereka juga membawa doa. Untuk diri sendiri, untuk keluarga, bahkan untuk bangsa.

“Kami mendoakan rezeki yang berkah, kesehatan, umur panjang, dan tentu saja kebaikan untuk Indonesia. Yang paling penting, kami berdoa agar anak kami bisa jadi pribadi yang lebih baik lagi, semakin dekat dengan Allah,” ucap Afri, pensiunan pegawai BKKBN, yang kini menikmati masa tuanya bersama istri, pensiunan Dinas Lingkungan Hidup.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan