Gudang Bulog Siantar Kosong, Stok Gula Pasir Menipis Pasokan dari Pusat Terhambat
Stok gula pasir di gudang milik Perum Bulog Cabang Pematangsiantar, kosong dikarenakan tidak adanya pasokan dari pemerintah pusat.
Dibaca Juga : Bupati Simalungun Kaget! Temukan Alat Kesehatan Rusak di RSUD Perdagangan
“Mulai benar-benar kosong sejak Maret kemarin, jadi sampai sekarang (sebulan) stok gula pasir di gudang kita kosong,” ujar Kepala Cabang Bulog Pematangsiantar, Matius Sitepu, Selasa (22/4/2025).
Menurut dia, kekosongan stok gula pasir tersebut terjadi akibat tidak adanya pengiriman dari pusat.
“Pastinya kita kurang tau, tapi bisa kemungkinan karena pengadaan terpusat jadi proses penyediaan komoditi nya butuh waktu, karena pengirimannya ke seluruh bulog se-Indonesia,” ucapnya.
Matius menambahkan dalam waktu dekat ini pihaknya akan meminta kiriman dari Bulog Medan. “Kita akan minta kiriman gula dari Bulog Medan saja,” tuturnya.
Belum ada penjelasan resmi dari Bulog Pusat mengenai penyebab terhambatnya pengiriman gula pasir ke Siantar. Namun, spekulasi muncul bahwa gangguan logistik atau keterlambatan produksi menjadi faktor utamanya.
Kepala Kantor Bulog Siantar, Fulan, mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan pusat untuk mempercepat distribusi. “Kami sudah laporkan ke pusat agar segera dikirim stok pengganti. Semoga dalam 2-3 hari ke depan sudah ada kiriman baru,” ujarnya.
Belum ada penjelasan resmi dari Bulog Pusat mengenai penyebab terhambatnya pengiriman gula pasir ke Siantar. Namun, spekulasi muncul bahwa gangguan logistik atau keterlambatan produksi menjadi faktor utamanya.
Kepala Kantor Bulog Siantar, Fulan, mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan pusat untuk mempercepat distribusi. “Kami sudah laporkan ke pusat agar segera dikirim stok pengganti. Semoga dalam 2-3 hari ke depan sudah ada kiriman baru,” ujarnya.
Dibaca Juga : Harga Emas Tembus Rp2 Juta per Gram, Minat Beli di Toba Tetap Tinggi
Masyarakat berharap Bulog dan pemerintah segera mengatasi masalah ini sebelum kelangkaan semakin meluas dan harga melambung tinggi.






