Gempa di Pahae Julu Taput: Satu Korban Jiwa, Satu Luka, dan Sekolah Rusak
Gempa bumi berkekuatan 5,5 magnitudo mengguncang wilayah Pahae Julu, Tapanuli Utara, Selasa (18/3) pagi, mengakibatkan satu korban jiwa, satu orang luka-luka, serta merusak sejumlah fasilitas umum, termasuk sebuah sekolah dasar.
Guncangan juga memicu longsor di beberapa titik yang menghambat akses jalan, sementara pemerintah daerah bersama tim tanggap darurat terus berupaya melakukan evakuasi dan penanganan dampak bencana.
Baca Juga: Gempa Bumi Lumpuhkan Jalinsum Tarutung-Sipirok, Lalu Lintas Dialihkan ke Tapteng
Tapanuli Utara diguncang gempa bumi yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan fasilitas umum. Pj Sekretaris Daerah Tapanuli Utara, David Sipahutar, menyatakan gempa yang terjadi pada Selasa (18/3) pagi menewaskan satu orang dan melukai satu lainnya.
Korban meninggal adalah Kartini Manalu (68), sementara Hulman Hutabarat (70) mengalami luka serius dan sedang dirawat di Puskesmas Onanhasang, Pahae Julu. Selain itu, rumah korban mengalami kerusakan total hingga tidak bisa dihuni lagi.
Gempa juga memicu tanah longsor di dua titik, yakni di Desa Hutabarat yang sedang ditangani alat berat, serta di Mbilung Desa Hutabarat yang belum bisa diakses.
Dampaknya juga terasa di sektor pendidikan, dengan satu sekolah dasar di Desa Lobu Pining mengalami kerusakan sehingga kegiatan belajar mengajar terpaksa dihentikan sementara.
Siap Untuk Tampil Lebih Percaya Diri? Kunjungi Website Kami dan Temukan Layanan Salon Terbaik!
Pemerintah daerah bersama tim tanggap darurat terus berupaya menangani dampak gempa, termasuk membersihkan material longsor dan memastikan bantuan segera disalurkan kepada para korban.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta mengikuti arahan dari pihak berwenang guna menghindari risiko lebih lanjut.






