Embung Mengering, Ratusan Hektare Sawah di Toba Terancam Gagal Tanam
Ratusan hektare lahan pertanian di Desa Jonggi Manulus dan Desa Dolok Nauli, Kecamatan Parmaksian, serta Desa Galagala Pangkailan, Kecamatan Porsea, terancam gagal tanam padi. Kondisi ini disebabkan embung yang menjadi satu-satunya sumber air irigasi sawah mulai mengering akibat minimnya curah hujan.
Dibaca Juga : Anggota Satpol PP Kebumen Tewas Dibacok Saat Evakuasi ODGJ di Kecamatan Alian
Salah seorang warga, H. Manurung, menyampaikan bahwa Embung Tanjungan Jonggi Manulus sangat bergantung pada curah hujan yang cukup tinggi. Namun, dalam sebulan terakhir curah hujan sangat minim sehingga volume air di embung surut drastis.
“Jika sebelumnya pada musim tanam seperti ini kedalaman air embung bisa mencapai sekitar sepuluh meter, kini hanya setinggi lutut. Kondisi ini jelas tidak mampu mengairi sawah ratusan hektare,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai usulan telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Toba maupun sejumlah anggota DPRD Toba untuk mengatasi permasalahan sumber air pengisian embung agar musim tanam padi tahun ini tidak gagal.
“Solusinya harus dengan menyedot air dari Sungai Toba–Asahan yang jaraknya sekitar dua kilometer dari embung. Kami memohon kepada Pemerintah Kabupaten Toba dan DPRD agar segera mencarikan solusi supaya kami para petani tidak gagal tanam padi,” ucapnya penuh harap.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Lena Pardede, mengatakan pihaknya telah turun langsung melakukan survei lapangan. Dinas juga menyarankan agar dilakukan gotong royong membersihkan lahan sekitar embung sehingga apabila hujan turun, air dapat tertampung sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pemerintah.
Dibaca Juga : Kasus Simpang Siur, Pencopotan Kasi Pidsus dan Kajari Deli Serdang Masih Tanda Tanya
“Untuk penanganan jangka panjang, kami telah berkoordinasi dengan kementerian. Besok, Rabu (4/2/2026), kami juga dijadwalkan bertemu dengan Direktur Konservasi di Jakarta. Semoga ada titik terang dan dukungan anggaran pembangunannya,” ujar Lena, Selasa (3/2/2026).






