Suasana Duka, Jenazah Nazwa Aliya Tiba dari Kamboja Disambut Keluarga
Tangis keluarga pecah saat jenazah Nazwa Aliya, 19 tahun, tiba di rumah duka di Gang Sejahtera, Jalan Bejo, Dusun XVI, Kecamatan Percut Sei Tuan, Minggu (31/8/2025) pagi.
Peti jenazah dibuka untuk terakhir kalinya sebelum dimakamkan, disambut isak tangis keluarga dan kerabat.
Setelah hampir sebulan proses pemulangan dari Kamboja, jenazah Nazwa tiba di Bandara Kualanamu dengan pesawat Malaysia Airlines, dan langsung dibawa ke rumah duka.
Usai disemayamkan, jenazah dimakamkan di TPU tidak jauh dari kediaman keluarga.
Baca Juga : Pemulangan Jenazah Nazwa Aliya, BP3MI Undang Keluarga untuk Bahas Proses
Ibunda Almarhumah, Lanniari Hasibuan, mengaku ikhlas melepas kepergian putrinya meski penuh duka.
“Kami sudah ikhlas, tidak perlu diotopsi. Kami hanya ingin dia tenang,” ucapnya sambil menangis.
Lanniari mengenang Nazwa sebagai anak yang baik dan tulus membantu keluarga.
Ia mengatakan, Nazwa memutuskan bekerja karena ingin membantu kondisi ekonomi keluarga yang sulit.
“Allah tahu niat baik dia. Dia ingin bantu saya karena tahu saya tak bekerja dan masih merawat orang tua juga,” katanya lirih.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Luar Negeri RI, Rina Komaria, menyampaikan pemulangan jenazah dibantu oleh pemerintah melalui KBRI Phnom Penh.
Baca Juga : Ibu di Medan Memohon Bantuan Pemerintah untuk Pulangkan Jenazah Anaknya dari Kamboja
Ia juga menegaskan Nazwa bukan korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), melainkan meninggal karena sakit.
“Penyebab meninggalnya adalah komplikasi akibat overdosis obat. Bukan TPPO, ini murni karena sakit,” ucap Rina.
Sebelumnya, Nazwa dikabarkan berangkat ke Kamboja tanpa sepengetahuan keluarga. Ia sempat mengaku pergi untuk urusan pekerjaan di sebuah bank.
Setelah dinyatakan meninggal dunia, pihak keluarga sempat diminta menyiapkan dana Rp138 juta untuk proses pemulangan jenazah.






