Dua Siswa SMK Swasta HKBP Sidikalang Tak Sadarkan Diri Diduga Keracunan MBG, Total 159 Terdampak
Dua siswi SMK Swasta HKBP Sidikalang dikabarkan tidak sadarkan diri di RSUD Sidikalang, pasca mengkonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (9/2/2026).
Dibaca Juga : Heboh! Tapir Langka Muncul di Permukiman Warga Desa Batutunggal Labura
Hal itu dibenarkan Kepala SMK Swasta HKBP Sidikalang, Melanton Sirait saat di ruang kerjanya, Selasa(10/2/2026). “Dua siswi atas nama Refi Maha Kelas XI AKL 1 dan Mei Cinta Sianturi Kelas XII TJKT masih kritis di RSUD Sidikalang, kondisinya belum sadarkan diri,” kata Melanton.
Melanton mengatakan, pihaknya meminta tanggung jawab penuh pihak SPPG untuk jaminan kesehatan seluruh siswa yang terdampak. “Situasi ini mencekam, kita panik dan was-was. Semoga siswa selamat dari situasi ini,” ucapnya.
Adanya kejadian ini berawal dari banyaknya siswa yang tidak masuk, Selasa (10/2/2026). Saat diabsen, sebanyak 76 siswa tidak masuk sekolah alasan sakit. Sekitar pukul 09.00 WIB, siswa di sekolah mengalami diare massal dan langsung dilarikan ke rumah sakit mengguankan kenderaan yang ada.
Kemudian Kepala Sekolah menginformasikan hal itu ke pihak pendistribusian SPPG, tapi tak direspons. Mengantisipasi semakin banyak siswa yang menjadi korban, menu MBG yang disajikan, Selasa (10/2/2026), tidak lagi dikonsumsi.
Melanton mengatakan, menu MBG diantar SPPG sebanyak 720 porsi berisi nasi, ayam gulai, sayur selada, timun iris dan pisang. Saat jam istirahat pukul 12.45 WIB, MBG dibagikan kepada 678 siswa dan 42 kepada guru.
Dari 678 menu yang diberikan ke siswa, hanya 159 yang mengkonsumsinya, sisanya tidak karena merasa makanan yang disajikan bau basi. “Nah siswa yang dirawat di RSU ada 159 orang, yang diduga terdampak dari MBG tersebut,” kata Melanton.
Dibaca Juga : Pemko Siantar Dinilai Tertutup, Surat Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 Tak Sampai ke DPRD
Dijelaskan Melanton, SMK Swasta HKBP baru menjalin kerja sama ke SPPG Palapa, dari SPPG sebelumnya. Melanton berharap menu MBG selanjutnya yang disajikan untuk sekolah yang ia pimpin, harus benar-benar steril.






