Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS DPKPP Dairi Akui Dana Rp3,6 Miliar Banyak Terserap untuk Biaya Sosialisasi

DPKPP Dairi Akui Dana Rp3,6 Miliar Banyak Terserap untuk Biaya Sosialisasi

Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Dairi alokasikan dana sebesar Rp3.634.180.924 yang bersumber dari Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) tahun anggaran 2025 diakui didominasi biaya sosialisasi.

Dibaca Juga : Profil Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Resmi Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI

Hal itu disampaikan Sekretaris DPKPP Kabupaten Dairi, Siska Tampubolon disaksikan langsung Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Dairi, Kesti Angkat di ruang kerjanya, Senin (26/1/2026).

Siska Tampubolon juga selaku PPK dan Novel Berutu selaku PPATK menerangkan alokasi dana tersebut, dimana dana P-APBD 2025 yang dikelola DPKPP sebesar Rp3.634.180.924 dengan rincian sementara belanja administrasi umum perangkat daerah Rp51.498.800; penggunaan sarana pendukung pertanian Rp1.291.728.300; pembangunan prasarana pertanian Rp641.125.000.

Saat ditanya soal alokasi dana dimaksud didominasi untuk mendukung fokus program pemerintah dalam mendukung swasembada pangan secara khusus tanaman produksi beras, Siska Tampubolon malah balik bertanya.

“Apa tujuan tulisan ini. Anggaran yang kami kelola kan belum diperiksa Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Jadi kami belum bisa merinci,” kata Siska.

Siska menjelaskan dari dana Rp3,6 miliar itu ada belanja alsintan dan pembangunan solar dryer dome serta peningkatan rehabilitasi lima paket daerah irigasi dengan total anggaran kurang lebih Rp600 juta.

Soal kondisi produksi pangan di Kabupaten Dairi tahun 2025 terutama produksi hasil padi dan jagung, Kesti menyebut supaya disusun dulu baru mana data yang bisa layak dipublikasikan lalu akan dikirim melalui whatsapp.

Namun, hingga kini, Kesti Angkat belum memberikan perolehan data konfirmasi tersebut. Sebelumnya, bangunan Solar Dryer Dome atau teknologi pengeringan hasil pertanian yang dibangun di Desa Palding Jaya, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, disebut proyek mubazir yang menghamburkan uang negara atau pemborosan anggaran tidak bermanfaat.

Proyek itu disebut mubazir dari sejumlah pengamat dan warga sekitar setelah melihat kondisi bangunan yang ditinjau di lapangan menunjukkan akses sulit, Jumat (23/1/2026).

Bangunan Solar Dryer Dome berada di lokasi Kantor Balai Pembibitan Pertanian Dairi, Kecamatan Tigalingga. Akses dari jalan besar menuju bangunan masih berupa jalan perkerasan dengan kondisi sangat sempit yang disinyalir menyulitkan mobilisasi hasil pertanian ke dalam.

Dibaca Juga : 4 Pernyataan Tegas Listyo Sigit Prabowo Menolak Wacana Polri di Bawah Kementerian

Warga sekitar bermarga Sembiring menggambarkan bangunan pengering hasil pertanian seperti jagung, kakao, kopi, dan komoditas lainnya berbentuk kubah yang menggunakan energi surya untuk menurunkan kadar air secara efisien. Proyek tersebut dibangun dari Perubahan APBD (P-APBD) tahun 2025 dengan pagu Rp600 juta.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan