Digelar Perindag Simalungun, Empat Pasar Murah Ramadan 2026 Diserbu Warga
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun kembali menggulirkan program pasar murah selama Ramadan 2026 sebagai langkah konkret menekan lonjakan harga bahan pokok. Program ini digelar empat kali di sejumlah kecamatan dan disambut antusias masyarakat.
Dibaca Juga : Truk Terperosok ke Selokan di Jalan Lubuk Pakam–Pantai Labu, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat
Kepala Dinas Perindag Simalungun, Eva Tambunan, mengatakan pasar murah dilaksanakan secara bertahap sepanjang Februari hingga Maret 2026.
“Empat kali kita gelar selama Ramadan. Dua sudah berjalan, yakni di Raya kemarin dan hari ini di Gunung Malela. Selanjutnya di Kecamatan Siantar tanggal 4 Maret dan di Dolok Batunanggar tanggal 10 Maret,” ujarnya saat ditemui di Kantor Bupati Simalungun, Senin (23/2/2026).
Dalam pasar murah ini, Perindag memfokuskan pada tiga komoditas utama yang kerap mengalami kenaikan harga saat Ramadan, yakni beras, minyak goreng, dan gula pasir.
Kuota yang disiapkan bekerja sama dengan Bulog meliputi beras 1 ton; minyak goreng 3.000 liter; dan gula pasir 100 kilogram. Harga yang ditawarkan berada di bawah harga pasar. Program ini diperuntukkan khusus bagi warga yang memiliki KTP Kabupaten Simalungun agar tepat sasaran.
“Kita ingin membantu masyarakat agar kebutuhan pokok tetap terjangkau selama Ramadan. Kuota disesuaikan dengan ketersediaan dari Bulog,” kata Eva.
Sejumlah warga mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Rani, warga Gunung Malela, mengatakan harga beras dan minyak goreng di pasaran mulai merangkak naik sejak awal Ramadan.
“Kalau beli di pasar biasa lumayan terasa mahalnya. Di sini harganya lebih murah, jadi sangat membantu kami yang penghasilannya pas-pasan,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Sabaria Damanik, warga Raya. Ia berharap kegiatan seperti ini tidak hanya digelar saat Ramadan, tetapi juga pada momen-momen tertentu ketika harga kebutuhan pokok naik.
“Semoga ke depan bisa lebih sering. Apalagi menjelang Lebaran biasanya harga makin tinggi,” tuturnya.
Program pasar murah ini menjadi bagian dari strategi Pemkab Simalungun dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia di tengah meningkatnya permintaan selama Ramadan.
Dibaca Juga : LKBH Sumatera Apresiasi Polres Tapteng, Usut Dugaan Perambahan 300 Hektare HPT Dolok Sigordang
Dengan digelarnya empat kali pasar murah di kecamatan berbeda, pemerintah berharap distribusi bantuan lebih merata dan mampu menjaga daya beli masyarakat hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.






