Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Diduga Ditabrak Geng Motor, Pria di Medan Alami Patah Kaki

Diduga Ditabrak Geng Motor, Pria di Medan Alami Patah Kaki

Seorang pria menjadi korban kekerasan dan tabrak lari yang diduga dilakukan oleh komplotan geng motor. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Sendok, Gang Pinang, Kelurahan Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Jumat (16/1/2026) malam.

Korban diketahui bernama Jonathan Tambunan (34). Ia mengalami patah tulang pada kaki kiri serta luka di bagian bahu setelah ditabrak sepeda motor yang diduga dikendarai anggota geng motor.

Jonathan menjelaskan, kejadian bermula ketika keponakannya sedang duduk di sebuah warung di depan SMAN 4 Medan. Warung tersebut diduga menjadi lokasi berkumpul atau basecamp kelompok geng motor.

“Keponakan saya dihampiri mereka, diancam, ponselnya dibanting, bahkan disulut rokok,” ujar Jonathan saat dikonfirmasi, Jumat (30/1/2026).

Kelompok tersebut menuduh keponakannya sebagai mata-mata karena berada di wilayah mereka. Merasa terancam, keponakan Jonathan kemudian melarikan diri ke rumah sambil meminta pertolongan.

Baca juga : Geng Motor Teror Tanjung Morawa dan Batang Kuis, Warga Minta Polisi Bertindak Tegas

Mendengar teriakan tersebut, Jonathan sempat keluar rumah. Namun, karena melihat jumlah pelaku cukup banyak dan membawa senjata tajam, ia mengurungkan niatnya. Warga sekitar pun ikut membantu mengusir kawanan tersebut.

Saat situasi semakin ricuh, Jonathan mencoba menangkap salah satu orang yang diduga anggota geng motor. Namun dari arah belakang, pelaku lain datang dan menabraknya hingga ia terjatuh dan tertimpa sepeda motor.

“Saya terjatuh dan tertimpa sepeda motor mereka,” tuturnya.

Akibat kejadian itu, Jonathan harus mendapatkan perawatan medis karena mengalami patah tulang pada kaki kiri. Sementara itu, salah satu terduga anggota geng motor sempat diamankan warga. Pria yang identitasnya belum diketahui tersebut juga sempat diamuk massa.

Kepala lingkungan setempat kemudian menyerahkan pria tersebut ke Polsek Medan Baru. Namun, Jonathan menyayangkan karena hanya satu orang yang berhasil diamankan. Bahkan, berdasarkan informasi yang ia terima, pria tersebut bukan pelaku yang menabraknya.

“Katanya dia hanya ikut mengejar, bukan yang melempari atau menabrak saya. Seharusnya ditahan dulu supaya anggota kawanan lainnya bisa ditangkap,” ujarnya.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan