Analisasumut.com
Beranda AKTUAL Diduga Beras Oplosan, Polres Langkat Akan Panggil Pengusaha Kilang Padi

Diduga Beras Oplosan, Polres Langkat Akan Panggil Pengusaha Kilang Padi

Langkat – Polres Langkat akan memanggil sejumlah pengusaha kilang padi di wilayahnya terkait dugaan praktik pengoplosan beras yang belakangan ini meresahkan masyarakat. Pemanggilan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat dan temuan di lapangan mengenai peredaran beras dengan kualitas rendah namun dikemas dan dijual sebagai beras premium.

Kapolres Langkat melalui Kasat Reskrim menyatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus ini lebih lanjut. Sejumlah sampel beras dari pasar dan kilang padi telah diamankan untuk diuji laboratorium guna mengetahui apakah benar terjadi praktik pencampuran atau pemalsuan kualitas.

“Kami akan memanggil dan meminta keterangan dari pemilik kilang padi yang diduga terlibat. Jika terbukti melakukan praktik oplosan, tentu akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan jika menemukan kejanggalan dalam kualitas maupun label beras yang beredar. Pemeriksaan terhadap distribusi dan pengemasan beras juga akan diperketat untuk mencegah praktik serupa terulang.

Baca juga : Thailand Tetapkan Darurat Militer Delapan Distrik di Perbatasan Kamboja

Polres Langkat akan memanggil pengusaha kilang padi produsen beras merek Sinchan yang diduga dioplos.

Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Pandu Batubara menyatakan pihaknya telah mengetahui peristiwa tersebut. “Iya sudah kami panggil pemilik kilang untuk hadir di Polres Langkat pada Senin mendatang,” katanya, Jumat (25/7/2025).

Sebelumnya, beredar video adanya beras yang diduga dioplos dan dinilai tak layak konsumsi dikemas dalam karung beras merek Sinchan ukuran lima kilogram.

Beras Sinchan diduga diproduksi salah satu kilang padi yang ada di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat. Dalam video tersebut beras berwarna kecoklatan dan bentuk beras patah patah tak lagi utuh.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Langkat, Ihsan Aprija belum memberikan tanggapan terkait temuan dugaan beras oplosan tersebut. 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan