Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Delapan Titik Karhutla Muncul di Toba, BPBD Peringatkan Warga Tak Bakar Lahan

Delapan Titik Karhutla Muncul di Toba, BPBD Peringatkan Warga Tak Bakar Lahan

Sebanyak delapan titik kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di Kabupaten Toba selama periode Mei hingga Juni 2025. Menyikapi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Toba mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan melakukan pembakaran, terutama di wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan.

Dibaca Juga : Pemko Sibolga Perkuat Posyandu, Wujudkan Masyarakat Sehat Sejak Dini

Kepala BPBD Toba, Robert Manurung menekankan pentingnya pencegahan, khususnya dengan membuat jalur pembatas atau parit jika terpaksa membakar lahan pertanian.

“Kita ketahui sejak dua bulan terakhir kemarau telah terjadi di Toba, jadi sekecil apapun api akan cepat menyala ditambah kondisi angin cukup kencang mempercepat rambatan api,” ujar Robert, Kamis (3/7/2025).

Selain aktivitas pembakaran, ia mengingatkan potensi Karhutla juga dapat disebabkan oleh puntung rokok serta benda berbahan metal atau kaca yang dibuang sembarangan.

“Untuk itu kepada masyarakat, pengendara atau siapapun jangan membuang puntung rokok dan benda berbahan metal dan kaca di pinggir jalan yang berdekatan dengan hutan,” katanya.

Berikut delapan titik Karhutla di Toba:

Bukit Barisan, Desa Hutagaol Peatalun, Balige (8/5/2025) – 2 hektare, diduga akibat ulah warga.

Komplek Perkantoran Simanjalo, Balige (2/6/2025) – 1 hektare, akibat pohon pinus terbakar.

Jalan Sipintu-Pintu, Tampahan (6/6/2025) – 1 hektare, diduga karena puntung rokok.

Bukit Dipalihuta Berjuta Pohon, Tampahan (7/6/2025) – 5 hektare, diduga karena puntung rokok.

Lokasi yang sama, Tampahan (8/6/2025) – 10 hektare, akibat api sisa kebakaran hari sebelumnya.

Desa Meat, Tampahan (9/6/2025) – 2 hektare, diduga ulah warga.

Jalinsum Sipintu-Pintu, Tampahan (21/6/2025) – 1 hektare, diduga karena puntung rokok.

Desa Hutagaol Peatalun dan Desa Sibuntuon, Balige (23/6/2025) – 15 hektare, diduga akibat pembakaran sampah.

Dibaca Juga : DPRD Simalungun Sahkan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2024, Ini Catatan Kritisnya

Total area terdampak mencapai 37 hektare. Dengan musim kemarau yang masih berlangsung, BPBD Toba mengingatkan pentingnya kesadaran bersama untuk mencegah bencana Karhutla semakin meluas.

Komentar
Bagikan:

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan