Daut Sitorus Wakili Indonesia di MTQ Internasional Qatar, Asal Asahan Sumut
Nama Muhammad Daut Sitorus mendadak mencuri perhatian setelah diketahui menjadi satu-satunya wakil Sumatera Utara yang tampil di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional di Qatar. Di tengah ratusan qari terbaik dunia, mahasiswa asal pelosok Kabupaten Asahan ini tampil percaya diri membawa nama Indonesia ke panggung internasional.
Tak banyak disorot, Daut yang lahir di Desa Sei Nangka, Kecamatan Sei Kepayang Barat, Kabupaten Asahan, menjadi bagian dari sembilan pemuda terbaik Indonesia yang lolos seleksi nasional dan berhak berlaga di kompetisi bergengsi tersebut. Ajang MTQ Internasional Qatar dikenal sebagai salah satu forum paling prestisius bagi para penghafal dan pembaca Al-Qur’an dari berbagai negara.
Anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Khaled Sitorus dan Zainab Ritonga ini membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk meraih prestasi dunia. Berasal dari keluarga sederhana dengan ayah yang berprofesi sebagai petani, Daut mampu menembus panggung internasional lewat ketekunan dan konsistensi dalam mempelajari Al-Qur’an sejak usia dini.
Perjalanan Daut menekuni tilawah Al-Qur’an dimulai sejak duduk di bangku sekolah dasar. Di tengah kesederhanaan hidup di desa, ia memilih menghabiskan waktu untuk belajar, mengasah tajwid, serta memperdalam makna ayat-ayat suci. Semangat pantang menyerah menjadi bekal utama yang terus ia pegang hingga dewasa.
Kini, mahasiswa semester VII Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) itu bersaing dengan ratusan peserta dari berbagai negara, mulai dari Mesir, Maroko, Iran, Suriah, Libya, Tanzania, Pakistan, Afghanistan, Bangladesh, hingga negara-negara Asia Tenggara seperti Brunei Darussalam dan Malaysia.
“Bersyukur bisa ikut dalam pertemuan para pecinta Al-Qur’an dari seluruh dunia,” ucap Daut, Minggu (11/1/2026).
Baca juga : Aspemkesra Tebing Tinggi Tegaskan MTQ Lebih dari Kompetisi, Utamakan Syiar Islam
Di babak penyisihan, Daut menunjukkan performa luar biasa. Ia harus berhadapan langsung dengan peserta-peserta kuat dari Mesir, Maroko, Iran, Brunei Darussalam, dan Lebanon. Dari persaingan ketat tersebut, Daut berhasil menempati posisi puncak dengan nilai 96,40.
Memasuki babak semifinal, persaingan semakin sengit. Daut kembali tampil maksimal dan meraih nilai 96,8. Namun, ia harus puas berada di posisi kedua setelah selisih tipis 0,2 poin dari peserta asal Lebanon yang mencatatkan nilai 97.
“Di semifinal saya berada di posisi kedua. Selisihnya sangat tipis, hanya 0,2 poin dengan peserta dari Lebanon,” ujar Daut.
Bagi Daut, pencapaian ini bukan semata hasil kerja keras pribadi. Ia menegaskan doa dan dukungan orang tua menjadi kekuatan utama dalam setiap langkah perjuangannya.
“Terima kasih kepada ayah dan ibu saya yang selalu mendoakan dan mendukung. Tanpa mereka, saya tidak akan sampai di titik ini dan berdiri di MTQ Internasional Qatar,” tuturnya haru.
Tak lupa, Daut juga menyampaikan apresiasi kepada para guru Al-Qur’an yang telah membimbing dan membentuknya hingga mampu tampil di tingkat dunia. Di tengah riuh rendah panggung internasional MTQ Qatar, suara tilawah Daut tak hanya menggema sebagai lantunan ayat suci, tetapi juga menjadi pesan bahwa prestasi dunia dapat diraih siapa saja yang mau berjuang dengan sungguh-sungguh.






