Dapur MBG di Toba Kembali Beroperasi, Sempat Tutup Usai Kasus Keracunan
Sempat mengakibatkan keracunan siswa SMP Negeri 1 Laguboti pada Oktober 2025, dapur Makan Bergizi (MBG) di Desa Pardomuan Nauli, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba kembali beroperasi menyalurkan menu makanan ke sekolah.
Dibaca Juga : Tragis di Jalinsum Tanjung Morawa, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Mobil Boks
Petugas dari dapur MBG di Desa Pardomuan Nauli, bermarga Silitonga yang mengantar menu makanan ke SMKN 1 Laguboti membenarkan dapur MBG di Desa Pardomuan Nauli yang sempat dihentikan telah kembali menyalurkan makanan untuk pelajar di sejumlah sekolah.
“Setelah ditutup sementara, telah beberapa bulan terakhir kami ditugaskan mengantar menu makanan ke beberapa sekolah setelah mendapat survei kelayakan,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
KTU SMK Negeri 1 Laguboti, Jamotton Samosir mengatakan, sejak menu makanan disalurkan ke sekolah dan dibagikan kepada pelajar setiap harinya tidak mendapat keluhan apapun dari anak didik.
“Sampai saat ini menu yang diberikan masih sesuai standar, meskipun porsi nasi terlalu sedikit dimana tidak sesuai dengan tradisi masyarakat Toba, jika makan harus dengan porsi jumbo,” kata Jamotton.
Lanjutnya, penyaluran menu makanan sempat terhenti selama berlangsungnya libur Hari Raya Nyepi dan libur Lebaran selama hampir dua pekan.
“Kemudian kembali normal penyaluran selama dua hari terakhir, terhitung sejak kemarin, Selasa hingga Rabu (31-1/4/2026 yang disalurkan oleh dapur MBG di Desa Pardomuan Nauli,” tuturnya.
Dibukanya dapur MBG yang pernah mengakibatkan keracunan hingga ratusan siswa SMP Negeri 1 Laguboti menyebabkan tanda tanya di masyarakat, mengapa bisa dibuka kembali dan proses hukum tidak pernah didengar diproses untuk dipertanggungjawabkan atas tindakannya.
“Seharusnya ada proses hukum yang dijalankan. Sebab tindakan dari dapur tersebut telah mengakibatkan nyawa orang, bahkan hingga ratusan anak keracunan dan dirawat di rumah sakit,” ujar warga yang tidak ingin disebutkan namanya.
Dibaca Juga : Hari Ketujuh Pencarian, Warga Aornakan II yang Hilang di Sungai Lae Ordi Belum Juga Ditemukan
Sebelumnya, sebanyak 134 siswa SMPN 1 Laguboti mendapat perawatan intensif di sejumlah rumah sakit yang ada di Kabupaten Toba pada Oktober 2025 setelah menyantap menu MBG di Desa Pardomuan Nauli, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba.






