Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Danau Siombak Medan Tercemar Limbah, Keindahan Ikon Wisata Memudar

Danau Siombak Medan Tercemar Limbah, Keindahan Ikon Wisata Memudar

Danau Siombak, salah satu ikon wisata alam di Medan Marelan, kini menghadapi krisis lingkungan akibat pencemaran limbah dan sampah. Danau buatan seluas 40 hektare ini, yang dulunya menjadi destinasi favorit warga untuk rekreasi air, kini tercemar oleh limbah rumah tangga dan sampah plastik yang terbawa dari Sungai Terjun dan Sungai Deli. Kondisi ini diperparah oleh kebiasaan sebagian warga yang membuang sampah langsung ke aliran sungai, sehingga saat air pasang, sampah-sampah tersebut terbawa hingga ke Danau Siombak. ​

Selain itu, pada tahun 2019, Danau Siombak sempat menjadi sorotan nasional setelah ditemukan ratusan bangkai babi yang dibuang ke danau tersebut. Insiden ini terjadi akibat wabah hog cholera yang melanda beberapa wilayah di Sumatera Utara, termasuk Medan. Pembuangan bangkai babi secara sembarangan ini tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. ​

Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Medan, Bobby Nasution, meminta agar revitalisasi Danau Siombak segera dilakukan. Revitalisasi ini bertujuan untuk mengatasi berbagai permasalahan seperti banjir rob, pencemaran air, dan sedimentasi, serta mengembalikan fungsi danau sebagai kawasan wisata dan penampung air untuk pengendalian banjir di Medan Utara. Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II telah menyelesaikan Detail Engineering Design (DED) untuk proyek ini, dan diharapkan pelaksanaannya dapat segera dimulai. ​

Baca juga : Ini Alasan Balikpapan Dipilih Jadi Tuan Rumah Hari Otonomi Daerah ke-29

Dengan upaya revitalisasi ini, diharapkan Danau Siombak dapat kembali menjadi destinasi wisata yang bersih dan menarik, serta berperan dalam pengendalian banjir di kawasan Medan Utara. Partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar danau juga menjadi kunci keberhasilan program ini.​

Kondisi Danau Siombak, salah satu objek wisata andalan Kota Medan, saat ini tengah memprihatinkan. Kini keindahannya mulai pudar

Danau itu diduga telah tercemar limbah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di kawasan Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan.

Hal itu sesuai dengan hasil investigasi yang dilakukan. Ketua AMPHIBI Kota Medan, Ilham Junaidi, bersama sejumlah pengurus, meninjau langsung lokasi, Jumat (25/4/2025).

“Keadaan Danau Siombak yang tercemar limbah dan dipenuhi sampah ini tidak bisa dibiarkan. Kita harus segera mencari solusi,” ujar Ilham tegas.

Ia menambahkan, sebagai ikon wisata Kota Medan, Danau Siombak seharusnya menjadi kawasan yang terpelihara, bersih, dan menarik bagi wisatawan.

Untuk itu, AMPHIBI berencana berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Medan serta pihak-pihak lain yang peduli terhadap lingkungan.

“Kami ingin mengembalikan Danau Siombak ke kondisi aslinya yang indah, bebas dari sampah, dan menjadi kebanggaan warga Medan,” ujar Ilham.

Saat ini, kawasan Danau Siombak tengah menjalani Proyek Revitalisasi senilai Rp 42,58 miliar yang dikerjakan oleh PT Bahana Prima Nusantara.

Namun demikian, kondisi terkini masih menunjukkan banyaknya tumpukan sampah yang mencemari area wisata tersebut.

Masalah utama yang dihadapi adalah sistem pengelolaan sampah yang belum maksimal, serta kurangnya kesadaran pengunjung dan masyarakat sekitar.

Perlu Dukungan Bersama

Danau Siombak memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan di Medan Marelan. Namun tanpa penanganan serius, kawasan ini bisa kehilangan daya tariknya.

Diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas peduli lingkungan untuk menjaga kelestarian Danau Siombak.

Harapannya, danau ini dapat kembali menjadi lokasi wisata yang bersih, nyaman, dan ramah lingkungan.

Komentar
Bagikan:

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan