Analisasumut.com
Beranda AKTUAL Dampak Kinerja Masa Lalu, Wali Kota Baru Berupaya Menata Kembali

Dampak Kinerja Masa Lalu, Wali Kota Baru Berupaya Menata Kembali

Lemahnya kinerja pemerintahan masa lalu telah menimbulkan berbagai persoalan di Kota Tanjungbalai. Berbagai aspek birokrasi kini harus diperbaiki dan dimatangkan kembali agar roda pemerintahan berjalan dengan lebih baik. Hal ini menjadi tantangan utama bagi Wali Kota Tanjungbalai yang baru, Mahyaruddin Salim B. SE, M.A.P, dalam memimpin kota selama lima tahun ke depan.

Dalam acara silaturahmi Pemerintah Kota Tanjungbalai dengan para wartawan di Aula Sutrisno Hadi pada Rabu (26/3/2025), Wali Kota Mahyaruddin menyoroti berbagai permasalahan yang kini harus segera ditangani. Salah satu isu utama yang disinggung adalah sistem birokrasi yang tidak efisien, di mana hampir semua sektor membutuhkan perbaikan. Ditambah lagi, perubahan aturan pemerintah pusat hingga daerah yang berkaitan dengan kebijakan reko pusing semakin memperumit situasi.

Selain itu, kondisi keuangan Pemko Tanjungbalai juga sedang dalam keadaan tidak stabil. Dana Silpa (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) yang tidak mencukupi berdampak langsung pada keterlambatan pembayaran proyek-proyek yang telah selesai dikerjakan pada tahun 2024. Wali Kota Mahyaruddin bahkan mengungkapkan bahwa dirinya pernah didatangi oleh rekanan yang belum menerima pembayaran atas pekerjaan yang telah mereka selesaikan.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Mahyaruddin juga menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki dendam politik terhadap pemerintahan sebelumnya, meskipun beberapa pejabat seperti kepala dinas, kepala bagian, dan camat mengundurkan diri setelah dirinya menjabat. Ia menekankan bahwa keputusan mereka untuk mundur adalah atas kemauan sendiri.

Baca juga : Pemkot Tanjung Balai Berkomitmen Dukung Penuh MCP KPK 2025 untuk Tata Kelola

Salah satu kebijakan kontroversial yang juga menjadi perhatian adalah penggusuran pedagang kaki lima (PKL). Wali Kota menjelaskan bahwa kondisi trotoar di Jalan Sudirman, khususnya di kawasan Batu Satu, semakin menyempit karena banyaknya pedagang yang berjualan di atas trotoar. Jika kondisi ini dibiarkan, maka ketertiban kota akan semakin terganggu. Namun, ia juga menegaskan bahwa langkah ini bukan bagian dari balas dendam politik, melainkan upaya untuk menata kembali Kota Tanjungbalai.

Persoalan lain yang juga menjadi perhatian adalah pengelolaan sampah. Kota Tanjungbalai setiap hari menghasilkan lebih dari 250 ton sampah dari berbagai penjuru, termasuk dari Pasar Banjar dan Sei Payang. Wali Kota menyampaikan apresiasinya kepada para petugas kebersihan yang bekerja keras mengangkut sampah setiap hari.

Wali Kota Mahyaruddin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun Kota Tanjungbalai agar lebih baik ke depannya. Ia menekankan bahwa masa lalu tidak bisa diubah, tetapi masa depan masih bisa diperbaiki dengan kerja sama dan kepedulian bersama.

Sayangnya, dalam acara silaturahmi tersebut, tidak diadakan sesi tanya jawab, sehingga para wartawan tidak mendapatkan kesempatan untuk menggali lebih dalam berbagai kebijakan yang akan diterapkan oleh Pemko Tanjungbalai. Acara ini pun berlangsung hanya sekitar satu jam sebelum ditutup.

Dengan berbagai tantangan yang ada, Wali Kota Mahyaruddin kini harus membuktikan komitmennya untuk membawa Kota Tanjungbalai menjadi kota yang lebih tertata dan sejahtera sesuai dengan visi dan misinya.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan