Cuaca Terik Tak Surutkan Semangat, Warga Lubuk Pakam Ramai Berburu Takjil Ramadan
Meski cuaca panas cukup menyengat dalam beberapa hari terakhir, warga di Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang tetap antusias menyambut waktu berbuka puasa bulan Ramadan 1447 hijriah.
Dibaca Juga : Ramadan Berbagi, Wali Kota Wesly Silalahi: Pendidikan Anak Yatim Investasi Masa Depan Kota
Menjelang azan magrib, hampir seluruh ruas jalan di pusat Kecamatan Lubuk Pakam dipadati warga yang berburu takjil. Sejak pukul 16.00 WIB, satu per satu pembeli mulai mendatangi lapak pedagang yang menyajikan beragam makanan dan minuman berbuka puasa.
Pantauan mistar di sejumlah titik, seperti di Jalan Sutomo dan sekitarnya, aneka jajanan tersaji di etalase pedagang, mulai dari kolak, aneka gorengan, es buah, hingga makanan berat untuk santap malam. Jumlah pedagang takjil tahun ini juga terlihat meningkat dibanding hari biasa.
Misnah, warga Lubuk Pakam, mengaku suasana Ramadan selalu dinantikan karena banyaknya pilihan makanan yang dijajakan.
“Kalau kami senang bulan puasa ya, banyak orang jualan makanan. Jadi kalau bulan puasa setiap hari semangat menunggu sore, sudah membayangkan nanti beli makanan apa. Suka bulan puasa,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Hal serupa disampaikan Uci, pedagang takjil di Jalan Sutomo. Ia menilai suasana Ramadan tahun ini lebih semarak karena hampir semua jalan dipenuhi penjual dan pembeli.
“Enggak sangsi kita jualan, asalkan enak apa saja laku. Banyak warga berburu makanan. Kita jualan tidak takut tak laku, habis semua. Tidak hanya yang puasa, yang tidak puasa juga banyak beli takjil. Senangnya begini kalau jualan di bulan puasa,” ucapnya.
Kemeriahan Ramadan di Lubuk Pakam tidak hanya dirasakan warga Muslim, tetapi juga masyarakat dari berbagai latar belakang yang turut menikmati suasana sore hari yang ramai dan penuh kebersamaan.
Dibaca Juga : Polsek Bangun Gencarkan Patroli Malam, Antisipasi Balap Liar di Jalur Jalan Asahan
Peningkatan aktivitas ekonomi musiman ini menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha kecil, sekaligus memperlihatkan dinamika sosial masyarakat yang tetap harmonis dalam menjalankan ibadah dan aktivitas sehari-hari selama Ramadan.






