Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Cegah Balap Liar, Polisi Intensifkan Patroli Malam di Sejumlah Titik Rawan Simalungun

Cegah Balap Liar, Polisi Intensifkan Patroli Malam di Sejumlah Titik Rawan Simalungun

Puluhan personel Polsek Bosar Maligas gencar melakukan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari (17-18 Januari 2026). Sasaran utama patroli skala besar ini yakni Jalan Umum Ujung Padang, Nagori Rawa Masin, kawasan yang kerap disalahgunakan sebagai arena balap liar, terutama pada akhir pekan.

Dibaca Juga : Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur Sesama Jenis, Oknum Bidan ASN Puskesmas di Dairi Dilaporkan ke Polisi

Kapolsek Bosar Maligas, Iptu Sonni Silalahi, menyebut KRYD sebagai bentuk konkret kehadiran negara dalam menjaga ruang publik. Patroli yang dimulai pukul 23.00 WIB hingga 03.30 WIB itu melibatkan 11 personel Polsek Bosar Maligas bersama Satlantas Polres Simalungun.

“Kami menyisir titik rawan balap liar, memberikan teguran, dan edukasi kepada pengendara terutama yang menggunakan knalpot tidak sesuai standar,” kata Sonni, Minggu (18/1/2026).

Operasi ini tidak hanya melibatkan Polri. TNI, Satpol PP, aparatur kecamatan, lurah, hingga kepala lingkungan ikut turun ke lapangan. Kolaborasi lintas sektor ini, menurut Sonni, penting untuk memastikan keamanan tidak berdiri sendiri sebagai urusan polisi semata.

Langkah preventif ini merupakan tindak lanjut perintah Kapolres Simalungun melalui Kabag Ops, Kompol M Manik. Ia tegaskan KRYD menjadi strategi menjaga stabilitas kamtibmas, terutama menjelang Ramadan 2026.

“KRYD bukan sekadar patroli malam. Ini pesan bahwa aparat hadir setiap waktu, baik lewat Blue Light Patrol, Strong Point, hingga program Simalungun Safe Tourism,” ucap Manik.

Program tersebut difokuskan pada pengamanan destinasi wisata seperti Parapat dan Danau Toba, dengan patroli rutin Sat Pam Obvit untuk menjamin rasa aman wisatawan.

Dibaca Juga : PTPN IV Angkat Bicara soal Dugaan Pengeroyokan Warga di Kebun Tanjung Garbus

Patroli KRYD di Ujung Padang malam itu berlangsung tanpa penindakan hukum. Namun, kehadiran aparat berskala besar dinilai efektif menekan potensi gangguan, sekaligus mengembalikan rasa aman warga.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan