Calhaj Diingatkan Lakukan Vaksin Meningitis Wajib 10 Hari Sebelum Berangkat
Kementerian Kesehatan mengingatkan seluruh calon jemaah haji (calhaj) untuk segera melakukan vaksinasi meningitis paling lambat 10 hari sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Vaksin meningitis merupakan salah satu syarat wajib yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi demi mencegah penularan penyakit menular selama pelaksanaan ibadah haji, yang diikuti jutaan jemaah dari berbagai negara.
Direktur Pelayanan Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, dr. Imran Agus Nurali, menegaskan bahwa vaksin ini penting untuk memberi perlindungan maksimal terhadap infeksi meningokokus, terutama di lingkungan padat seperti saat prosesi haji. “Calon jemaah yang belum divaksinasi tidak akan mendapatkan izin untuk berangkat, karena ini menyangkut keselamatan bersama,” ujarnya.
Jemaah calon haji (calhaj) diingatkan untuk melakukan vaksinasi meningitis wajib 10 hari sebelum keberangkatan.
Koordinator Sistem Komputerisasi Haji (Siskohatkes) dan Surveilans Epidemiologi Panitia Persiapan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan Zakirman mengingatkan jemaah calhaj untuk melakukan vaksinasi meningitis 10 hari sebelum keberangkatan.
“Setidaknya 10 hari sebelum berangkat sudah vaksin meningitis, karena ini persyaratan yang wajib dipenuhi untuk melakukan ibadah haji,” katanya saat menjadi narasumber Podcast Media Center Haji (MCH) Embarkasi Medan, Minggu (11/5/2025).
Staf bagian dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Medan menyampaikan vaksin meningitis ini bermanfaat untuk melindungi jemaah calhaj agar tidak tertular penyakit dan mencegah risiko penyebaran penyakit.
“Selama di tanah suci, jemaah haji berasal dari berbagai negara dan berkumpul di lokasi yang sangat padat. Sehingga dapat menimbulkan risiko tinggi penyebaran berbagai penyakit,” tuturnya.
Dengan itu, dia meminta jemaah calhaj menjaga kondisi kesehatan jelang keberangkatan menunaikan ibadah haji ke tanah suci.
“Jemaah yang akan berangkat sudah menunggu cukup lama, jangan sampai saat masuk Asrama Haji kondisi kesehatan menurun. Makanya, jaga kondisi tubuh agar selalu fit karena ibadah haji memerlukan fisik dan mental yang prima,” ujarnya.
Sebelum memasuki asrama, jemaah calhaj diminta lakukan pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan yang merupakan proses persiapan jelang keberangkatan itu, bertujuan memastikan kondisi jemaah sehat dan bisa menunaikan ibadah haji dengan baik.
“Pemeriksaan ini penting untuk identifikasi risiko kesehatan yang mungkin dihadapi oleh jemaah. Kemudian, hal ini untuk memastikan jemaah memenuhi persyaratan kesehatan yang ditetapkan.
Baca juga : Usus Tak Sehat Bisa Picu Masalah Serius, Ini Tanda-Tandanya






