Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Bulog Sumut Terus Serap Gabah dan Jagung Petani Meski Stok Melimpah

Bulog Sumut Terus Serap Gabah dan Jagung Petani Meski Stok Melimpah

Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk tetap menyerap hasil panen petani berupa Gabah Kering Panen (GKP) dan Jagung Pipil Kering (JPK), meskipun saat ini cadangan pangan Bulog di sejumlah gudang terbilang mencukupi.

Direktur Pengadaan Perum Bulog, Setyanto Prihasto, mengatakan kesiapan serapan telah dilakukan sejak awal tahun di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Sumatera Utara yang menjadi salah satu daerah dengan produksi padi cukup besar.

“Saya hari ini berada di Gudang Bulog Jemadi di Medan. Prinsipnya, Bulog di seluruh Indonesia sudah siap kembali melakukan serapan hasil panen petani, termasuk gudang-gudang di wilayah Sumatera Utara,” ujar Prihasto, Jumat (16/1/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah daerah telah mulai memasuki masa panen, sementara puncak panen padi diperkirakan berlangsung pada periode Maret hingga Mei. Menurutnya, besarnya stok yang saat ini tersimpan di gudang Bulog tidak menjadi alasan untuk menghentikan penyerapan gabah dan beras produksi petani.

“Stok Bulog hari ini banyak, ada di gudang-gudang Bulog yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Namun, tidak perlu khawatir. Meskipun stok Bulog besar, tetap kami serap gabah dan beras produksi petani,” tuturnya.

Baca juga : Pemkot Binjai Terima Dukungan Bapanas–Bulog Sumut, 87 Ton Beras Siap Dibagikan ke Warga Terdampak

Prihasto menambahkan, stok yang terserap nantinya akan dikelola sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang diperuntukkan bagi berbagai kebutuhan, seperti Bantuan Pangan, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta penanganan bencana alam.

Selain gabah dan beras, Bulog juga telah menyiapkan skema penyerapan jagung produksi dalam negeri dalam bentuk Jagung Pipil Kering. Jagung tersebut akan disimpan sebagai Cadangan Jagung Pemerintah (CJP).

“Sesuai ketentuan pemerintah, jagung pipil kering dibeli dengan harga Rp6.400 per kilogram di depan gudang Bulog, dengan syarat kadar air maksimal 14 persen dan aflatoksin 50 ppb,” ucap Prihasto menjelaskan.

Ia menyebutkan, CJP nantinya akan disalurkan kepada peternak telur mandiri. Namun hingga saat ini, Bulog masih menunggu penugasan resmi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI terkait penyaluran jagung tersebut.

Di Sumatera Utara, Perum Bulog Kanwil Sumut telah memiliki stok jagung sebanyak 1.550 ton hasil serapan panen petani yang tersimpan di gudang-gudang Bulog dan siap disalurkan sewaktu-waktu sesuai arahan pemerintah.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan