BPBD Sumut Sebut Daerah Ini Rawan Longsor dan Banjir
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara (Sumut) telah mengidentifikasi sejumlah wilayah yang rawan terhadap bencana longsor dan banjir. Wilayah pegunungan atau perbukitan, seperti Kabupaten Karo, Dairi, Toba Samosir, dan Simalungun, rentan terhadap longsor. Sementara itu, daerah yang dilalui aliran sungai lebih berisiko mengalami banjir.
Untuk mengurangi risiko bencana, BPBD Sumut menekankan pentingnya pemetaan risiko melalui survei geologi dan pemetaan wilayah. Langkah ini bertujuan untuk mengidentifikasi area rawan dan mempersiapkan langkah antisipatif yang tepat.
Baca juga : Manalu Kota Medan Akan Gelar Musda & Partangiangan Bolon
Baru-baru ini, banjir dan longsor melanda Kota Padangsidimpuan pada 13 Maret 2025, mempengaruhi lima kecamatan, termasuk Padangsidimpuan Utara, Padangsidimpuan Selatan, Batunadua, dan lainnya. Kejadian ini menekankan pentingnya kewaspadaan dan persiapan menghadapi potensi bencana di wilayah tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyebut daerah-daerah yang rawan terjadi bencana alam longsor dan banjir di Sumut.
Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan kawasan pegunungan serta perbukitan merupakan daerah yang rentan terjadi longsor.
Kawasan pegunungan dan perbukitan tersebut meliputi Kabupaten Karo, Kabupaten Dairi, Kabupaten Toba, Kabupaten Samosir, Kabupaten Simalungun, dan daerah lainnya.
“Untuk daerah rawan longsor itu di daerah pegunungan dan perbukitan. Sementara daerah yang rawan banjir, zaman sekarang ini di mana saja bisa terjadi,” kata wanita yang akrab disapa Yuyun itu saat dihubungi Mistar melalui sambungan telepon seluler, Minggu (16/3/2025).
BPBD pun mengimbau seluruh masyarakat di Sumut untuk senantiasa waspada atas dua jenis bencana alam tersebut yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
“Oleh karena itu, diminta kepada kita semua untuk tetap waspada dan jika terjadi banjir (silahkan) lakukan evakuasi mandiri,” ujar Yuyun.
Adapun imbauan khusus terkait Idulfitri 1446 Hijriah sendiri, kata Yuyun, BPBD Sumut belum ada mengeluarkan resminya. Sebab, berdasarkan informasi yang BPBD terima dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Sumut tidak menunjukkan tanda-tanda cuaca ekstrem.
“Imbauan terkait menyambut Idulfitri belum ada dikeluarkan oleh BPBD Sumut setelah saya tanyakan ke Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan. (Imbauan) tidak dibuat, karena berdasarkan informasi BMKG curah hujan ringan di Maret dan April,” ucap Yuyun.






