Bom Bunuh Diri di Pakistan, 31 Orang Tewas dan 131 Luka-luka
Jumlah korban tewas akibat serangan bom bunuh diri di sebuah masjid di Islamabad, Pakistan, terus bertambah. Hingga Jumat (6/2/2026), sedikitnya 31 orang dilaporkan meninggal dunia dan 131 lainnya mengalami luka-luka.
Ledakan terjadi di Masjid Imam Bargah Qash-e-Khadijatul Kubra sesaat setelah salat Jumat berakhir. Aparat keamanan memperkirakan angka korban masih dapat meningkat seiring proses evakuasi dan perawatan korban di rumah sakit.
Seorang sumber keamanan menyebutkan kepada AFP bahwa pelaku sempat dihentikan di pintu gerbang masjid sebelum akhirnya meledakkan diri.
Hingga kini, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menegaskan pihak berwenang akan memburu pelaku dan aktor intelektual di balik serangan itu hingga ke pengadilan.
Baca juga : Presiden Kolombia Gegerkan Dunia: Tuding AS Bom Kapal Warganya di Perairan Dekat Venezuela
Serangan ini disebut sebagai aksi teror paling mematikan di Islamabad sejak September 2008, ketika sebuah bom truk bunuh diri menewaskan sekitar 60 orang di Hotel Marriott.
Jurnalis AFP melaporkan suasana mencekam di Institut Ilmu Kedokteran Pakistan, tempat para korban dilarikan. Sejumlah korban, termasuk anak-anak, terlihat dibawa menggunakan tandu, sementara lainnya dipapah dengan luka serius.
Petugas medis bersama warga sekitar membantu mengevakuasi korban dari ambulans dan kendaraan pribadi, dengan pakaian korban berlumuran darah. Bahkan, setidaknya satu korban tiba di rumah sakit melalui bagasi mobil.
Wakil Perdana Menteri Pakistan Ishaq Dar mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai “kejahatan keji terhadap kemanusiaan serta pelanggaran nyata terhadap nilai-nilai Islam”.
“Pakistan bersatu melawan terorisme dalam segala bentuknya,” kata Ishaq Dar dalam unggahannya di media sosial X.






