Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Bobby Akui Kadisperindag Dinonaktifkan karena Kirim Percakapan di WA Grup Pemerintahan

Bobby Akui Kadisperindag Dinonaktifkan karena Kirim Percakapan di WA Grup Pemerintahan

Medan – Wali Kota Medan, Bobby Nasution, mengakui bahwa Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kota Medan dinonaktifkan dari jabatannya. Langkah ini diambil setelah yang bersangkutan diketahui mengirimkan percakapan yang dianggap tidak pantas ke dalam grup WhatsApp pemerintahan.

Wali Kota Medan, Bobby Nasution, mengakui telah menonaktifkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kota Medan. Keputusan itu diambil setelah yang bersangkutan mengirim percakapan yang tidak semestinya ke dalam grup WhatsApp internal pemerintahan.

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution mengakui telah menonaktifkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag) Provinsi Sumatera Utara, Mulyadi Simatupang, karena mengirimkan percakapan di grup WhatsApp (WA).

Hal itu disampaikan Bobby saat mendampingi Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dan Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, di puskesmas Tanah Tinggi Binjai, Senin (21/4/2025).

“Nanti lah kan masih ada ibu Wamen. Iya, dia mengirimkan percakapan (yang mencemarkan nama baik Bobby) ke grup WA pemerintahan, kan gak cocok,” kata Bobby.

Ketika ditanya apa isi percakapan yang mencemarkan nama baiknya dan apakah tindakannya sebagai bentuk bersih-bersih pendukung Edy Rahmayadi, Bobby langsung meninggalkan lokasi acara.

Sebelumnya diberitakan gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution menonaktifkan Kadis Perindag ESM Sumut, Mulyadi Simatupang, karena dianggap mencemarkan nama baiknya.

Wali Kota Medan, Bobby Nasution, menegaskan bahwa keputusan menonaktifkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) bukan tanpa dasar. Ia menyebut bahwa percakapan yang dikirim di grup WhatsApp pemerintahan tidak mencerminkan sikap profesional seorang aparatur sipil negara (ASN). Menurut Bobby, grup tersebut merupakan ruang komunikasi resmi antarpejabat pemerintahan yang seharusnya digunakan untuk menyampaikan informasi penting dan berkaitan dengan tugas serta pelayanan publik.

“Semua ASN harus menjaga etika dalam berkomunikasi, terutama dalam grup-grup resmi. Jangan sampai hal-hal pribadi atau yang tidak relevan masuk ke ranah itu,” ujar Bobby saat dimintai keterangan oleh awak media.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa penonaktifan ini bukan hanya sebagai bentuk sanksi, tetapi juga sebagai pengingat bagi seluruh jajaran agar lebih bijak dalam bertindak. Pemerintah Kota Medan, kata Bobby, akan terus menegakkan disiplin dan profesionalisme di seluruh lini pemerintahan demi terciptanya tata kelola yang bersih dan bertanggung jawab.

“Ini bukan soal siapa orangnya, tapi soal tanggung jawab dan integritas,” tambahnya.

Baca juga : Celetuk Bobby Program MBG Jangan Berhenti saat Wakil Menteri Pulang

Bobby berharap kejadian ini menjadi pembelajaran agar ASN lebih berhati-hati dalam menggunakan sarana komunikasi, terutama yang bersifat formal dan menyangkut kepentingan publik.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan