BMKG Rekayasa Cuaca di Danau Toba, Upaya Serius Lawan Kekeringan
Kemarau berkepanjangan yang melanda hampir seluruh kawasan Danau Toba berdampak pada penurunan permukaan air dan juga sektor pertanian, khususnya di Kabupaten Toba. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan rekayasa cuaca.
Dibaca Juga : Wabup Mahmud Efendi Apresiasi Dedikasi Bidan yang Tetap Mengabdi di Tapteng Pascabencana
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Toba, Sikkat Sitompul, mengatakan rekayasa cuaca dilakukan untuk membantu memulihkan kondisi air Danau Toba serta mengatasi kekeringan lahan pertanian akibat kemarau ekstrem.
“Hari ini kita baru melakukan pertemuan dengan BMKG Silangit, di mana rekayasa cuaca dilakukan untuk mengatasi permasalahan penurunan permukaan air dan kekeringan lahan pertanian,” ujar Sikkat, Jumat (10/4/2026).
Ia berharap dengan turun hujan secara intens, tidak hanya di Kabupaten Toba tetapi di seluruh kawasan Danau Toba, debit air danau dapat kembali meningkat, setelah sebelumnya mengalami penurunan cukup signifikan akibat kemarau.
“Saat ini permukaan air danau sudah berada di level 903 mdpl, sementara batas normal ditetapkan di 905 mdpl, turun sekitar dua meter. Diharapkan bisa naik setidaknya ke 904 mdpl selama pelaksanaan rekayasa cuaca,” jelasnya.
Kepala BPBD Toba juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana banjir dan longsor saat musim hujan, mengingat kondisi geografis Kabupaten Toba yang berada di daerah perbukitan.
Dibaca Juga : Lapas Lubuk Pakam Kecolongan! HP hingga Sajam Rakitan Bebas Beredar di Kamar Napi
“Sekecil apa pun potensi banjir dan longsor, segera laporkan kepada pemerintah setempat, baik desa maupun kecamatan, untuk diteruskan ke BPBD dan Pemerintah Kabupaten Toba,” pungkasnya.







gi20ga