Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Berkah Pedagang Bunga Ketika Ziarah di Makam Sebelum Ramadan

Berkah Pedagang Bunga Ketika Ziarah di Makam Sebelum Ramadan

Tradisi ziarah kubur menyambut Ramadan dimanfaatkan sebagian warga dengan berjualan bunga. Ramainya peziarah membuat para pedagang bunga ini meraih keberkahan dan meraup untung hingga jutaan rupiah.

Baca juga : Sekretariat DPRD Toba Kebingungan, Aturan Efisiensi Anggaran Tak Kunjung Terbit

Dini, 27 tahun, pedagang bunga di pemakaman muslim, Kelurahan Glugur Darat, Kecamatan Medan Timur mengaku dari penjualan bunga ziarah tersebut mampu meraup untung lumayan.

“Hari ini sudah dapat untung Rp350.000, tapi belum habis semua. Modalnya tidak tentu, untuk hari ini sekitar Rp150.000,” di Glugur Darat II, Medan Timur, Senin (24/2/2025).

Lanjut Dini, jika penjualan hari ini habis, pendapatannya akan mencapai Rp500.000 sampai Rp600.000. Kemudian, Dini mengaku pada Minggu (23/2/2025), pendapatannya mencapai Rp850.000 sampai Rp950.000 sehari dengan modal Rp300.000.

“Untuk bunga ziarah sebungkus Rp5.000 yang isinya pandan, pacar air, dahlia, dan melati. Belanjanya di Pasar Sambu, setiap pagi,” ucapnya.

Selain bunga, Dini juga menjajakan air mawar kepada para peziarah dengan harga Rp3.000 per botol.

“Dari Jumat lalu sudah jualan ini, ada ratusan peziarah yang datang. Saya juga sediakan lahan parkir, satu motor Rp2.000, dan akan jualan sampai Jumat minggu ini,” ujarnya.

Di tempat lain, pedagang bunga ziarah lainnya, Fatimah (30) menyebutkan keuntungan yang dapatkan olehnya mencapai Rp1.000.000 per hari.

“Paling banyak semalam (Minggu) sampai sejuta, modalnya saat itu Rp400.000. Itu hitungan habis semua,”

Fatimah menjual bunga ziarah sama seperti Dini, yakni Rp5.000 per bungkus dan air Rp3.000 per botol.

“Karena ramai peziarah, jadi omsetnya bisa mencapai jutaan. Kalau hari ini, baru dapat Rp 400.000 karena belum terjual semua. Modalnya sekitar Rp200.000,” katanya.

Paling banyak semalam (Minggu) sampai sejuta, modalnya saat itu Rp400.000. Itu hitungan habis semua,”

Fatimah menjual bunga ziarah sama seperti Dini, yakni Rp5.000 per bungkus dan air Rp3.000 per botol.

“Karena ramai peziarah, jadi omsetnya bisa mencapai jutaan. Kalau hari ini, baru dapat Rp 400.000 karena belum terjual semua. Modalnya sekitar Rp200.000,” katanya.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan