Banjir Susulan Kembali Terjang Tapteng, Warga Badiri Terpaksa Mengungsi ke Tempat Aman
Banjir susulan kembali menerjang Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), tepatnya di Desa Gunung Kulambu, Kelurahan Hutabalang, dan Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, Minggu (15/2/2025).
Dibaca Juga : Kasus Penipuan Rp100 Juta, Kepala Desa Tanjung Harap Sergai Resmi Ditahan Polisi
Banjir disebabkan oleh intensitas curah hujan yang cukup tinggi yang turun pada pukul 16.30 WIB hingga malam hari ini, membuat warga kembali harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Keterangan yang diperoleh dari warga Desa Gunung Kulambu, Yas Mur Ndraha menyampaikan, banjir yang menerjang di Desa Gunung Kulambu dan Kelurahan Hutabalang kali ini jauh lebih besar daripada yang terjadi pada tanggal 25 November 2024 lalu.
“Terkait situasi banjir di desa kami saat ini, banjirnya sudah tidak bisa diperkirakan lagi bagaimana keadaannya, namun situasi saat ini sudah lebih besar daripada banjir di tanggal 25 November 2024 yang lalu,” ujarnya.
Yas Mur mengatakan, kondisi rumah-rumah warga dan sepanjang jalan umum menuju desanya dan Kelurahan Hutabalang sudah direndam aliran air banjir yang cukup deras.
Ia mengungkapkan, sejak air banjir mengalami kenaikan, warga setempat sudah langsung mengungsi mencari lokasi yang lebih aman.
Menurutnya, beberapa kali peristiwa banjir yang cukup besar terjadi, termasuk pada tanggal 25 November yang lalu, rumahnya tidak pernah dimasuki air. Namun kali ini, rumahnya sudah dilanda banjir.
“Saya hanya bisa mengajak kita berdoa bersama-sama, supaya kita sehat-sehat saja. Dalam situasi ini kita capek menyeberangi air karena arusnya cukup deras,” katanya.
“Kita tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya bisa bertahan dan berdoa serta berharap pertolongan Tuhan,” tambahnya.
Yas Mur berharap mudah-mudahan warga lainnya yang sudah berpengalaman dari kejadian bencana sebelumnya tahu cara untuk menyelamatkan diri karena banjir kali ini sudah lebih besar di desanya.
“Di daerah kami ini, khususnya, sudah lebih besar daripada beberapa bulan yang lalu,” ucapnya.
Masih di Kecamatan Badiri, kejadian yang sama juga terjadi di Kelurahan Lopian. Ketinggian banjir diperkirakan mencapai 50 sampai 100 sentimeter dengan arus yang deras.
Sungai Lopian meluap hingga menutupi badan jalan lintas Sibolga–Padangsidimpuan dan sebaliknya. Banjir itu menyebabkan antrean panjang ratusan kendaraan dari arah Kecamatan Pandan menuju Kota Padangsidimpuan dan sebaliknya.
Warga yang bermukim di sepanjang jalan lintas itu terpaksa harus mengungsi dan dibawa Tim Basarnas menggunakan perahu karet.
Sejumlah kendaraan yang mencoba melintasi jalan itu terpaksa harus berhati-hati untuk melewati genangan banjir tersebut.
Beberapa pengendara roda dua yang memaksakan diri melewati banjir terlihat mogok karena knalpot kemasukan air dan terpaksa harus didorong, yang membuat jalan semakin macet.
“Kita tak berani melewatinya, arusnya cukup deras,” ujar Andre Sihombing, salah seorang pengendara minibus yang terjebak kemacetan karena banjir itu.
Dibaca Juga : Polres Batu Bara Diminta Tindak Tegas Pelaku Pencurian di Lima Puluh
Hingga berita ini dikirimkan ke redaksi, situasi hujan sudah mulai reda, namun kondisi banjir masih belum surut. Belum diketahui adanya korban jiwa dari peristiwa banjir susulan ini.






