Banjir Rendam 17 Desa di Cirebon, Sungai Meluap Lumpuhkan Aktivitas Warga
Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (Jabar), akibat meluapnya beberapa sungai setelah diguyur hujan deras. Peristiwa ini berdampak pada 17 desa dan kelurahan di delapan kecamatan.
Dibaca Juga : Pria Tunawisma Ditemukan Meninggal, Polisi: Bukan Korban Pembunuhan
Dilansir dari detikJabar, Rabu (24/12/2025), hasil asesmen sementara mencatat terdapat empat titik sungai di Kecamatan Sumber yang menjadi penyebab utama banjir. Selain Kecamatan Sumber, wilayah terdampak juga meliputi Talun, Plumbon, Tengah Tani, Weru, Gunung Jati, Kedawung, dan Mundu.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon masih melakukan asesmen lanjutan di lapangan. Dinas Sosial Kabupaten Cirebon telah diterjunkan untuk membantu warga terdampak, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar dan penanganan darurat pascabanjir.
Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, mengatakan dirinya turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi banjir. Dari hasil peninjauan tersebut, ditemukan adanya penyempitan badan sungai yang dipicu oleh sedimentasi serta perubahan alur sungai.
“Malam ini saya turun langsung untuk mencari sumber penyebab banjir agar bisa segera ditangani dan ke depan banjir dapat diantisipasi,” ujar Agus.
Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Koordinasi tersebut dilakukan bersamaan dengan peninjauan langsung di sejumlah titik sungai yang dinilai rawan meluap.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Cirebon sejak Selasa (23/12/2025) sore menyebabkan banjir di sejumlah titik strategis. Selain tingginya intensitas hujan, kondisi ini diperparah oleh limpasan air dari kawasan hulu.
Salah satu lokasi terdampak cukup parah berada di perempatan Kecamatan Talun. Genangan air menyebabkan arus lalu lintas terganggu dan membuat sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat mengalami mogok.
Untuk mengurai kemacetan yang mengular dari arah pusat kota, Satbrimob Polda Jabar menerjunkan satu peleton personel guna melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas.
“Kami menurunkan 30 personel untuk membantu pengaturan lalu lintas karena genangan air menyebabkan perlambatan signifikan dan banyak kendaraan mogok,” ujar Komandan Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jabar, Kompol Apt Bagus Amrulloh Nurul Immawan, dikutip dari Antara.
Menurut Bagus, luapan air berasal dari persawahan dan sungai-sungai kecil yang tidak mampu menampung debit air kiriman dari wilayah Kuningan.
Setelah penanganan selama sekitar satu jam, kondisi lalu lintas dilaporkan mulai berangsur normal, meskipun sisa genangan masih terlihat di beberapa titik.
Kondisi serupa juga terjadi di Desa Dawuan, Kecamatan Tengah Tani. Kepala Desa Dawuan, Amirudin, mengatakan banjir dipicu oleh meluapnya Sungai Cipager.
“Debit air di Bendung Cipager sempat mencapai 120 sentimeter. Biasanya, jika sudah melewati 100 sentimeter, wilayah kami dipastikan terdampak,” jelasnya.
Ia menambahkan, meskipun banjir kerap berulang akibat kiriman air dari hulu, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa.
Pemerintah desa telah melakukan langkah antisipatif dengan memberikan peringatan dini kepada warga serta menyiapkan Gedung Olahraga (GOR) desa sebagai lokasi evakuasi sementara.
Warga melalui pemerintah desa berharap adanya solusi permanen dari pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan.
Dibaca Juga : Optimalkan Pekarangan, Bupati Baharuddin Ajak Ibu-Ibu Desa Batu Bara Lebih Produktif
“Kami sangat berharap ada penanganan jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir yang selalu menghantui setiap musim hujan,” kata Amirudin.






