Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Banjir Bandang Landa Padangsidimpuan, Puluhan Warga Hanyut dan Dilaporkan Meninggal

Banjir Bandang Landa Padangsidimpuan, Puluhan Warga Hanyut dan Dilaporkan Meninggal

Banjir yang melanda Kota Padangsidimpuan, Kamis (13/3/20250 malam, menimbulkan korban jiwa. Feri Siregar, warga Desa Tabusira, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), ditemukan tak bernyawa, setelah hanyut terbawa banjir.

Dibaca Juga : Wanita Lansia Tewas Tertabrak Kereta Api di Sinaksak, Simalungun

Warga menemukannya mayat pria berusia 21 tahun itu terhimpit kayu di pinggir Sungai Batang Angkola, Desa Pudun Jae, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Jumat (14/3/2025) siang. Lokasinya hanya beberapa ratus meter di bagian hilir Jembatan Sihitang.

Mayat ditemukan warga yang hendak mengambil papan hanyut di pinggir sungai. Saat menarik papan dari tumpukan sampah, kaki korban mengambang ke permukaan air. Sementara Kepala Desa (Kades) dan warga sekitar langsung mendatangi tempat korban ditemukan, setelah mendengar kabar buruk. Kades Pudun Jae, Riski Ibrahim Siregar menyebut korban diduga hanyut saat banjir melanda Kota Padangsidimpuan, Kamis (13/3/2025) malam.

Disebut, jenazah telah dijemput keluarganya. “Sudah dijemput keluarganya. Mengenai kronologi bagaimana korban bisa hanyut, kita tidak tahu. Namun yang jelas jenazahnya sudah dijemput pihak keluarga,” kata Riski.

Bencana ini juga mengundang perhatian nasional. melalui akun media sosialnya menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang terjadi. “Saya turut berduka cita yang mendalam atas musibah banjir bandang di Padangsidimpuan. Pemerintah pusat siap memberikan bantuan dan mendukung proses penanganan bencana ini,” tulisnya.

Banjir bandang ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana dan penataan lingkungan yang lebih baik. Padangsidimpuan, yang terletak di daerah dataran rendah dengan aliran sungai besar, kerap menjadi langganan banjir saat musim hujan tiba. Namun, banjir kali ini disebut sebagai yang terparah dalam satu dekade terakhir.

Dibaca Juga : Warga Angkola Jae Tapsel Terdampak Banjir, Akses Jalan Tergenang Satu Meter

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Bantuan dari masyarakat umum juga sangat dibutuhkan, baik dalam bentuk donasi maupun tenaga relawan untuk membantu proses pemulihan pascabencana.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan