Balita Korban Minibus Terjun ke Sungai di Palas Masih Hilang, Pencarian Diperluas
Bayi berusia enam bulan yang hilang saat kecelakaan tunggal minibus travel Barbaran Nauli Trans, Senin (7/4/2025) dini hari belum ditemukan. Kecelakaan tunggal itu terjadi di Desa Aek Nabara Tonga, Kecamatan Aek Nabara Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas).
Dibaca Juga : Sidak Mendadak di Hari Pertama Kerja, Wali Kota dan Wakil Sibolga Temukan Ini!
Buah hati pasangan Rio Andre Paragosta, 25 tahun dan Devi Mega Agustina, 24 tahun tersebut terus dalam pencarian Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI/Polri dan warga sekitar.
Sepanjang 5 kilometer aliran sungai dari titik jembatan (TKP) selama dua hari berturut disisir petugas. Namun, belum membuahkan hasil.
Kepala BPBD Kabupaten Palas, Amithadi Nasution yang dikonfirmasi mengatakan, pencarian hari kedua dimulai sejak sekitar pukul 08.00 WIB. “Namun, hingga siang menjelang sore, belum ada hasil,” katanya, Selasa (8/4/2025).
Lanjutnya, tim sedikit terkendala dalam pencarian akibat air sungai yang keruh. “Cuaca yang tidak bersahabat juga tantangan bagi tim yang menggunakan perahu karet saat pencarian,” tuturnya.
Keluarga balita yang hilang dilaporkan masih berharap anak mereka ditemukan dalam keadaan selamat. “Kami tidak putus berdoa. Tolong bantu temukan anak kami,” ujar salah seorang kerabat korban dengan suara bergetar.
Warga setempat juga turut membantu mencari dengan menggunakan perahu tradisional dan peralatan seadanya. Pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian hingga hilir sungai, mengingat kemungkinan korban terbawa arus cukup tinggi.
Dibaca Juga : Dicoret dari Anggaran, Nasib Revitalisasi Pelabuhan Tigaraja Terancam Mandek
Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan ini. Dugaan sementara, minibus mengalami rem blong atau pengemudi kehilangan kendali saat melintasi jembatan yang licin akibat hujan semalam. Pihak berwajib mengimbau pengendara untuk lebih berhati-hati saat melintas di jalur rawan, terutama di musim penghujan seperti sekarang.






