Awas! Garam Himalaya Jangan Dikonsumsi Berlebihan, Ini Efek Sampingnya
Garam Himalaya dikenal sebagai salah satu alternatif yang lebih sehat dibandingkan meja biasa. Berasal dari wilayah Punjab, Pakistan, garam berwarna merah muda ini kaya akan mineral alami. Namun, meskipun memiliki manfaat, konsumsi secara berlebihan tetap dapat menimbulkan efek samping bagi kesehatan.
Efek Samping Garam Himalaya Jika Dikonsumsi Berlebihan
Dikutip dari WebMDmemiliki risiko yang sama seperti sumber natrium lainnya. Berikut beberapa efek sampingnya jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan:
Baca Juga: Hobi Makan Asin? Hati-hati, Bisa Sebabkan Gagal Ginjal!
- Hipertensi: Asupan natrium yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah, yang berisiko memicu hipertensi.
- Penyakit Jantung: Hipertensi akibat konsumsi garam berlebihan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, gagal jantung, stroke, dan serangan jantung.
- Risiko Kanker: Beberapa penelitian mengaitkan asupan natrium tinggi dengan peningkatan risiko kanker perut.
- Komplikasi Osteoporosis: Konsumsi garam berlebih dapat menyebabkan tubuh kehilangan lebih banyak kalsium melalui urine, yang berisiko memperburuk kondisi osteoporosis.
- Masalah Ginjal: Asupan natrium berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis (Chronic Kidney Disease/CKD). Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai batas konsumsi natrium yang aman.
Garam Himalaya Pernah Dilarang karena Tidak Sesuai SNI
Pada Juli 2020, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN) pernah memusnahkan 2,5 ton garam Himalaya yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).
Saat itu, ditemuka yang diperuntukkan sebagai bahan baku industri tetapi justru dijual bebas di ritel dan toko online sebagai garam konsumsi. Padahal, sebagai garam konsumsi, produk tersebut harus memenuhi standar keamanan pangan sesuai regulasi SNI.
Siap Untuk Tampil Lebih Percaya Diri? Kunjungi Website Kami dan Temukan Layanan Salon Terbaik!
Menteri Perdagangan kala itu menegaskan bahwa Indonesia belum pernah menerbitkan izin impor garam Himalaya untuk konsumsi, sehingga produk tersebut ditarik dari peredaran.
Meskipun memiliki manfaat kesehatan, konsumsi tetap harus dalam batas wajar. Terlalu banyak asupan natrium, baik dari garam Himalaya maupun jenis garam lainnya, dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Selalu perhatikan pola makan seimbang dan konsultasikan dengan tenaga medis jika memiliki kondisi kesehatan tertentu.






